iklan

SOSIAL INKLUSIF

Ramos-Horta lakukan peletakkan batu pertama pembangunan Taman Memorial Nicolau Lobato

Ramos-Horta lakukan peletakkan batu pertama pembangunan Taman Memorial Nicolau Lobato

Presiden Republik Timor-Leste, José Ramos-Horta, melakukan peletakkan batu pertama pembangunan Taman Memorial bagi Nicolau Lobato di Desa Manlala, Pos Administratif Soibada, Kotamadya Manatuto. Foto Media Kepresidenan

MANATUTO, 10 Februari 2026 (TATOLI) — Presiden Republik Timor-Leste, José Ramos-Horta, melakukan peletakkan batu pertama atas inisiatifnya sendiri untuk membangun Taman Memorial Nicolau Lobato di Desa Manlala, Pos Administratif Soibada, Kotamadya Manatuto. Taman ini didirikan sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum Nicolau Lobato dan keluarganya.

Pembangunan konstruksi Taman Memorial Nicolau Lobato diawalinya dengan acara peletakkan batu pertama  langsung oleh Kepala Negara, José Ramos-Horta, yang didampingi putra mendiang Nicolau Lobato, José Lobato, beserta keluarga Leorema dan masyarakat Soibada.

Presiden Ramos-Horta menegaskan bahwa Taman Memorial Nicolau Lobato didirikan dengan maksud untuk menghormati jasa almarhum dan keluarganya.

“Saya melakukan ini untuk memberi penghormatan kepada Nicolau Lobato. Penghormatan juga bisa diwujudkan melalui pembangunan taman. Negara telah membangun taman pahlawan di Metinaro. Jadi, saya melakukan ini bukan untuk menentang, tetapi untuk memberi penghormatan kepada Nicolau Lobato dan seluruh keluarganya,” kata Ramos-Horta.

Putra mendiang Nicolau Lobato, José Lobato, melakukan peletakkan batu pertama pembangunan Taman Memorial bagi Nicolau Lobato di Desa Manlala, Pos Administratif Soibada, Kotamadya Manatuto. Foto Media Kepresidenan

Ia menambahkan, selama masa perang, banyak keluarga Lobato kehilangan nyawa dan menderita. “Selama perang, banyak keluarga Lobato meninggal dunia. Saya tidak tahu pasti berapa banyak yang meninggal atau yang selamat. Saya membangun taman ini dengan uang pribadi saya, tanpa meminta bantuan dari pihak lain,” ujarnya.

Di sisi lain, putra almarhum Nicolau Lobato, José Lobato, menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Republik yang mengambil inisiatif membangun taman di tempat kelahiran ayahnya.

“Saya sangat berterima kasih kepada Presiden Republik yang ingin membangun taman di sini. Sejak awal, Presiden Republik dan nenek saya telah berbicara, dan akhirnya kami semua setuju untuk membangun taman ini,” kata José Lobato.

José Lobato menegaskan bahwa meskipun taman dibangun oleh Kepala Negara, sebagai putra, ia dan keluarganya juga ikut berkontribusi.

“Presiden Republik mengatakan bahwa dukungan kami penting, tetapi saya berkata, bukan hanya Presiden saja. Saya sebagai seorang anak juga harus ikut berkontribusi. Kami membangun bersama, sebuah konstruksi yang menggunakan dana Presiden Republik. Tapi kelak, di patung ini, keluarga kami akan ikut berkontribusi,” ujarnya.

Mendiang Nicolau Lobato, Perdana Menteri pertama dan Presiden kedua Timor-Leste, meninggal dalam perjuangan melawan invasi Indonesia pada tahun 1978. Nama Nicolau dos Reis Lobato kini menjadi simbol nasional yang digunakan di berbagai tempat umum, seperti bandara, istana kepresidenan, jalan raya, sekolah, gedung publik, patung, dan lembaga negara lainnya, untuk menjaga semangat nasionalisme tetap hidup di dalam negeri maupun internasional.

Meskipun namanya dikenal luas, masyarakat kadang melupakan tempat sederhana di mana ia memulai hidup, yaitu di Manlala. Dari tempat inilah, almarhum Nicolau Lobato memulai perjuangan untuk memperjuangkan Timor-Leste di dunia internasional.

Masterplan Taman Memorial Nicolau Lobato di di Desa Manlala, Pos Administratif Soibada, Kotamadya Manatuto. Foto Media Kepresidenan

Untuk menghormati sejarah dan perjuangannya, Presiden Ramos-Horta bersama keluarga Lobato mengambil inisiatif membangun Taman Memorial di tempat kelahiran almarhum Nicolau Lobato. Taman ini dibiayai langsung dari dana pribadi Presiden Ramos-Horta, dengan anggaran sebesar US$14.000 dan luas 25 x 18 meter.

Pembangunan Taman Memorial akan berlangsung selama tiga bulan, dengan keterlibatan langsung tim Kepresidenan Republik melalui Unit Masyarakat Sipil dan Urusan Sosial. Tujuannya adalah melestarikan Peringatan sejarah, menghargai situs asli, dan memberikan pendidikan sejarah kepada generasi muda mengenai pengorbanan almarhum Nicolau Lobato bagi Timor-Leste.

Inisiatif ini juga bertujuan memperkuat komitmen kepemimpinan negara dan nasional untuk tidak hanya menghormati nama-nama besar, tetapi juga memberikan penghormatan sederhana yang menjadi dasar perjuangan, perlawanan, dan kemenangan rakyat Timor-Leste.

Reporter : Hortencio Sanchez (Penerjemah: Cidalia Fátima)

Editor    :  Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!