DILI, 09 Februari 2026 (TATOLI) — Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Timor-Leste, Arvind Mathur, mengatakan pihak siap mendukung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memastikan kesiapan mereka mencegah virus Nipah di Timor-Leste.
Arvind Mathur mengatakan, virus Nipah merupakan wabah serius yang telah menyebabkan dua kasus pada tenaga kesehatan di India, dan saat ini Pemerintah India sedang mengambil langkah-langkah pencegahan terhadap penyakit tersebut, dan kedua orang yang terinfeksi tersebut telah pulih.
“Penyakit ini ditularkan oleh hewan atau makanan yang dimakan oleh hewan pengerat, dan juga dapat memengaruhi manusia yang mengonsumsinya,” kata Arvind Mathur kepada wartawan usai bertemu Wakil Perdana Menteri (PM) dan Menteri Koordinator Sosial, Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Masyarakat, Mariano Assanami Sabino di Kantor Pemerintah, Senin ini.
Oleh karena itu, katanya, WHO saat ini belum mengambil tindakan apa pun terkait pergerakan transaksi barang dari satu negara ke negara lain, karena ini bukan penyakit baru tetapi telah terjadi pada tahun 1998 di India dan Bangladesh, selain itu juga terjadi pada tahun 2001, tetapi Pemerintah India dapat mengendalikan penyakit ini.
“Jadi, kita di Timor-Leste tidak perlu khawatir tentang penyakit ini karena sekarang ada penyakit yang lebih berbahaya yaitu demam berdarah dengue,” katanya.
Ia dapat memastikan bahwa Kementerian Kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia telah melakukan persiapan, tidak hanya untuk virus Nipah tetapi juga untuk semua penyakit, dan mereka telah mengendalikan titik masuk dan laboratorium.
Berdasarkan catatan informatif yang diakses Tatoli di situs web WHO, virus Nipah adalah virus yang ditemukan pada hewan tetapi juga dapat menyerang manusia. Kasus infeksi virus Nipah dilaporkan pada tahun 1998 dan sejak itu dilaporkan di Bangladesh, India, Malaysia, Filipina, dan Singapura, dan tingkat kematiannya diperkirakan antara 40% hingga 75%.
Reporter : Alexandra da Costa (Penerjemah : Armandina Moniz)
Editor : Cancio Ximenes




