iklan

EKONOMI, HEADLINE

ANC berikan sertifikat lisensi ISP pada Vanox Technology

ANC berikan sertifikat lisensi ISP pada Vanox Technology

Otoritas Komunikasi Nasional (ANC) melakukan pertemuan dengan perusahaan nasional Vanox Technology Unipesoal, Lda, disela-sela penyerahan sertifikat lisensi Penyedia Layanan Internet (Internet Service Provider/ISP) kepada perusahaan tersebut. Foto Media ANC

DILI, 09 Februari 2026 (TATOLI)— Otoritas Komunikasi Nasional (ANC) secara resmi memberikan sertifikat lisensi Penyedia Layanan Internet (Internet Service Provider/ISP) kepada perusahaan nasional Vanox Technology Unipesoal, Lda, guna mengimplementasikan serta memfasilitasi layanan internet bagi masyarakat.

Ketua ANC, Flávio Cardoso Neves, mengatakan pemberian lisensi tersebut merupakan bagian dari upaya ANC membuka ruang kompetisi di sektor telekomunikasi, seiring dengan kebutuhan Timor-Leste akan layanan internet yang semakin berkembang.

“Timor-Leste merupakan kawasan yang kompetitif, sehingga ANC memberikan kebebasan kepada perusahaan yang berminat mendirikan ISP, meskipun tetap harus mematuhi prosedur yang berlaku,” kata Flávio di aula ANC, Caicoli, Senin ini.

Ia menegaskan bahwa tanggung jawab utama berada pada perusahaan penerima lisensi untuk memastikan kualitas layanan, serta menyesuaikan operasionalnya dengan kebijakan dan pengembangan sektor komunikasi yang dijalankan Pemerintah, khususnya terkait infrastruktur kabel bawah laut.

“Tanggung jawab perusahaan adalah memastikan pekerjaan dilakukan dengan baik, selaras dengan pengembangan sektor yang dimiliki Pemerintah, terutama kabel bawah laut,” ujarnya.

Flávio menjelaskan, implementasi layanan oleh perusahaan ISP berbeda dengan Operator Jaringan Seluler yang menyediakan layanan telepon, pesan singkat, dan internet, yang saat ini dijalankan oleh tiga operator utama, yakni Telemor, Telkomsel, dan Timor Telekom. Sementara itu, perusahaan ISP lebih berfokus pada layanan internet atau data.

Menurutnya, kekhawatiran masyarakat terhadap koneksi jalur internasional mendorong peningkatan kapasitas infrastruktur. Saat ini, Timor-Leste memiliki dua kabel bawah laut dan satu jalur lintas batas, yang memungkinkan perusahaan memilih sumber koneksi internet untuk didistribusikan kepada pengguna.

“Oleh karena itu, layanan penting perusahaan adalah mendapatkan kepercayaan masyarakat. Saya percaya perusahaan ini dapat mengembangkan sektor komunikasi dengan lebih baik di masa depan,” katanya.

Lisensi ISP tersebut berlaku selama tiga tahun. Apabila dalam kurun waktu tersebut perusahaan tidak mengimplementasikan layanan secara normal, ANC akan mencabut sertifikat lisensi dan melakukan pengawasan terhadap perusahaan yang tidak mematuhi prosedur.

Saat ini, tercatat sebanyak 16 perusahaan mengimplementasikan layanan ISP di Timor-Leste. Dari sektor ini, negara memperoleh kontribusi pendapatan sebesar 1,7 persen ke kas negara.

Sementara itu, Manajer Vanox Technology, Abílio Bernaldo Caldas, menyampaikan bahwa perusahaannya telah berdiri sejak 2019 dan telah menjalankan berbagai kegiatan, namun sebelumnya belum sepenuhnya mengikuti prosedur hukum dasar yang ditetapkan ANC.

“Hari ini ANC telah memberikan lisensi kepada kami untuk menjalankan perdagangan ini, khususnya di bidang infrastruktur dasar,” katanya.

Ia menegaskan kesiapan Vanox Technology untuk berkoordinasi dengan operator ISP lainnya dalam berkontribusi terhadap pengembangan infrastruktur. Menurutnya, layanan internet yang mereka jual kembali terhubung dengan Timor Telekom dan kabel bawah laut, sehingga kontribusi dapat diberikan secara bersama.

“Kami tidak bisa menjamin kelancaran internet secara sendiri, tetapi harus dijamin bersama dengan ISP lain, Pemerintah, dan kabel bawah laut,” ujarnya.

Abílio juga menyoroti berbagai tantangan yang memengaruhi kualitas layanan internet, seperti gangguan listrik, kondisi lingkungan, serta risiko putusnya kabel. Meski demikian, ia optimistis dengan kerja sama semua pihak, layanan internet di Timor-Leste ke depan dapat semakin baik dengan harga yang lebih murah dan kompetitif.

“Dengan semua upaya, kami percaya layanan internet di masa depan dapat lebih baik dan terjangkau bagi semua,” katanya.

Reporter : Alexandra da Costa (Penerjemah: Cidalia Fátima)

Editor    :  Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!