DILI, 05 Februari 2026 (TATOLI) — Presiden Republik Timor – Leste, Jose Ramos Horta secara langsung mengundang Presiden Republik Indonesia ke – V yang juga Ketua Umum PDI-P (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), Megawati Soekarnoputri untuk berkunjung ke Timor – Leste.
Undangan tersebut disampaikan Presiden Ramos Horta saat bertemu Megawati Soekarnoputri di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), pada Rabu (04/02) disela-sela Forum Majelis Persaudaraan Manusia (Human Fraternity Majlis 2026).
Dalam laman Istana Kepresidenan TL yang diakses Tatoli, disebutkan bahwa dalam kunjungan tingkat tinggi ke Uni Emirat Arab untuk Pertemuan Persaudaraan Manusia (Human Fraternity Meeting), Presiden Republik Ramos-Horta mengadakan pertemuan dengan mantan Presiden Indonesia, Megawati Sukarnoputri, di Abu Dhabi.
Pertemuan tersebut mencerminkan ikatan sejarah dan pribadi yang mendalam antara kedua negara. Dimana, Presiden Ramos-Horta menyampaikan undangan resmi kepada Ibu Megawati untuk mengunjungi Timor-Leste, yang direncanakan pada bulan Agustus mendatang.
Presiden Republik menekankan bahwa sebagai pemimpin PDI-P, partai politik terbesar di Indonesia, Megawati tetap menjadi mitra penting dalam menjaga rekonsiliasi dan persaudaraan abadi yang telah mendefinisikan hubungan kedua negara sejak restorasi kemerdekaan.
Dalam diskusi itu, Kepala Negara menyampaikan perkembangan optimis mengenai kemajuan Timor-Leste, menyoroti stabilitas internal negara serta tidak adanya kekerasan politik, etnis, maupun agama.
Keduanya juga meninjau interdependensi ekonomi yang vital antar negara bertetangga tersebut, mencatat bahwa hampir 60% impor Timor-Leste berasal dari Indonesia dan ribuan mahasiswa Timor-Leste terus menempuh studi di berbagai universitas di Indonesia.
Presiden Ramos-Horta menggarisbawahi bahwa perdamaian dan kerja sama ekonomi saat ini merupakan bukti nyata secara global atas keberhasilan proses rekonsiliasi bilateral yang diprakarsai oleh dirinya sendiri, Megawati dan Xanana Gusmão (Perdana Menteri Timor-Leste saat ini)
Di luar isu bilateral, kedua pemimpin bertukar pandangan mengenai lanskap global yang penuh tantangan, secara khusus membahas dampak negatif dari tarif perdagangan internasional serta krisis kemanusiaan di Gaza, Sudan, dan Afghanistan.
Presiden Ramos-Horta membandingkan konflik global tersebut dengan “model perdamaian Timor-Leste”, menggambarkan Timor-Leste sebagai negara yang “diberkati” karena kemampuannya menyelesaikan luka sejarah melalui dialog.
Untuk diketahui bahwa Megawati Soekarnoputri adalah Presiden ke-V Republik Indonesia, perempuan pertama yang menjabat kepala negara, serta putri Proklamator dan Presiden pertama RI, Soekarno. Megawati Soekarnoputri memimpin dari 2001-2004 setelah sebelumnya menjabat Wakil Presiden. Beliau dikenal sebagai tokoh politik berpengaruh, Ketua Umum PDI-P, dan simbol keteguhan politik yang kuat.
TATOLI




