DILI, 03 Februari 2026 (TATOLI)— Menteri Kesehatan, Elia dos Reis Amaral, mengatakan wabah Virus Nipah terbaru saat ini menyebar di India dan Bangladesh, sehingga Kementerian Kesehatan sedang mempersiapkan pembentukan komite pencegahan untuk mengawasi Virus Nipah di daerah perbatasan, pelabuhan, dan bandara.
“Virus Nipah bukanlah penyakit baru, tetapi penyakit ini telah ada di wilayah seperti Bangladesh, Nepal, dan India. Oleh karena itu, kami telah memulai persiapan untuk membentuk komite yang akan ditempatkan di daerah perbatasan dan bandara,” ujarnya, Selasa ini.
Ia mengatakan, dalam waktu dekat akan dibentuk komite penanganan wabah atau komite pencegahan yang akan menentukan langkah-langkah yang perlu dilakukan, sehingga tim dapat menginformasikannya kepada publik.
Menurut informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Regional yang dirilis di media pada 29 Januari 2026, Virus Nipah merupakan virus yang ditemukan pada hewan, tetapi juga dapat menular ke manusia.
Orang yang terinfeksi dapat mengalami demam serta gejala yang melibatkan otak, seperti sakit kepala atau kebingungan, dan/atau paru-paru, seperti kesulitan bernapas atau batuk.
Kasus infeksi Virus Nipah pertama kali dilaporkan pada 1998 dan sejak itu telah dilaporkan di Bangladesh, India, Malaysia, Filipina, dan Singapura. Tingkat kematian akibat virus ini diperkirakan berkisar antara 40% hingga 75%.
Kelelawar buah dari famili Pteropodidae merupakan inang alami Virus Nipah. Virus ini dapat menular dari kelelawar dan hewan lain ke manusia, serta dapat ditularkan secara langsung antar manusia.
Saat ini belum tersedia pengobatan atau vaksin khusus untuk Virus Nipah, namun beberapa produk kandidat masih dalam tahap pengembangan. Perawatan suportif intensif sejak dini dapat meningkatkan angka harapan hidup pasien.
Gambaran Umum
Virus Nipah merupakan virus zoonosis yang umumnya ditularkan dari hewan ke manusia, tetapi juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi atau secara langsung antar manusia.
Virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada 1998, saat terjadi wabah di kalangan peternak babi di Malaysia. Pada 1999, wabah juga dilaporkan di Singapura setelah impor babi yang terinfeksi dari Malaysia.
Sejak 1999, tidak ada wabah baru yang dilaporkan di Malaysia dan Singapura. Namun, pada 2001, wabah infeksi Virus Nipah terdeteksi di India dan Bangladesh. Di Bangladesh, wabah hampir dilaporkan setiap tahun, sementara di India, wabah terjadi secara berkala di berbagai wilayah, termasuk yang terbaru pada 2026.
Pada 2014, wabah Virus Nipah dilaporkan di Filipina, tanpa adanya laporan kasus baru sejak saat itu.
Gejala Virus Nipah
Gejala infeksi virus Nipah dapat muncul dalam waktu 4–14 hari setelah terpapar virus. Pada tahap awal, gejalanya sering menyerupai flu dan dapat bersifat ringan.
Gejala awal yang dapat muncul meliputi :
- Demam
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Sakit tenggorokan
- Batuk
- Sulit bernapas
- Mual dan muntah
- Diare
Pengobatan Virus Nipah
Hingga saat ini, belum tersedia obat maupun vaksin yang terbukti dapat menyembuhkan atau mencegah infeksi virus Nipah. Penanganan yang ada dilakukan untuk meredakan gejala, mencegah kekurangan cairan, dan mendukung fungsi organ tubuh.
Beberapa upaya pengobatan yang dapat dilakukan meliputi :
- Memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi
- Beristirahat yang cukup
- Mengonsumsi obat pereda demam dan nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen
- Menggunakan obat untuk mengatasi mual atau muntah bila diperlukan
- Menggunakan alat bantu pernapasan, seperti inhaler atau nebulizer, jika mengalami kesulitan bernapas
- Mengonsumsi obat antikejang bila terjadi kejang, sesuai anjuran dokter
Pada kasus infeksi virus Nipah yang berat, pasien umumnya memerlukan perawatan intensif di rumah sakit untuk pemantauan dan penanganan lebih lanjut. Beberapa terapi yang masih diteliti dan dinilai berpotensi digunakan dalam penanganan virus Nipah meliputi imunoterapi dengan antibodi monoklonal serta obat antivirus, seperti remdesivir dan ribavirin.
Pencegahan Virus Nipah
Cara terbaik untuk mencegah infeksi virus Nipah adalah dengan menghindari kontak dengan hewan atau orang yang terinfeksi, terutama di daerah yang pernah atau sedang mengalami wabah virus Nipah. Namun, jika Anda tinggal di atau harus bepergian ke wilayah tersebut, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan, yaitu :
- Mencuci tangan secara rutin dengan sabun dan air mengalir
- Menghindari kontak langsung dengan babi atau kelelawar yang sakit
- Menghindari berada di sekitar pohon atau semak yang menjadi tempat kelelawar beristirahat
- Tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang berisiko terkontaminasi, seperti nira mentah atau buah yang telah digigit kelelawar atau jatuh ke tanah
- Mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi, serta merebus nira atau cairan hasil pohon sebelum diminum
- Menghindari kontak dengan air liur, darah, atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi virus Nipah
Selain itu, penerapan pengendalian infeksi yang baik juga penting untuk mencegah penyebaran virus Nipah, terutama di fasilitas pelayanan kesehatan.
Reporter : Felicidade Ximenes (Penerjemah : Cidalia Fátima)
Editor : Armandina Moniz




