iklan

HEADLINE, PENDIDIKAN

KOICA dan UNICEF dukung Pemerintah perluas prasekolah di Baucau dan Bobonaro

KOICA dan UNICEF dukung Pemerintah perluas prasekolah di Baucau dan Bobonaro

Foto bersama disela-sela inisiatif baru memperluas akses Pendidikan dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Bucoli. Foto UNICEF

DILI, 16 Januari 2026 (TATOLI)— Pemerintah Timor-Leste, dengan dukungan Pemerintah Republik Korea melalui Korea International Cooperation Agency (KOICA) dan Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), meluncurkan inisiatif baru untuk memperluas akses Pendidikan dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di kotamadya Baucau dan Bobonaro.

Peluncuran inisiatif tersebut berlangsung di Vila Feliz, Bucoli, kotamadya Baucao dan dipimpin oleh Kementerian Pendidikan, dengan melibatkan pemerintah daerah setempat. Program ini bertujuan untuk memperluas prasekolah negeri dan berbasis komunitas, sekaligus menyediakan kesempatan belajar dini yang inklusif dan berkualitas bagi anak-anak dan keluarga di wilayah terpencil serta kurang terlayani.

Melalui proyek ini, sebanyak 34 prasekolah di dua kotamadya akan didukung dan diharapkan memberi manfaat bagi 3.050 anak usia 3–5 tahun, terdiri dari 1.525 anak perempuan dan 1.525 anak laki-laki. Inisiatif tersebut diharapkan dapat meletakkan fondasi yang kuat bagi pembelajaran dan perkembangan anak di masa depan.

Program ini selaras dengan prioritas nasional, termasuk Rencana Strategis Pendidikan Nasional 2011–2030 yang menargetkan akses prasekolah sebesar 80 persen pada 2030, serta target sementara Pemerintah Konstitusional ke-9 untuk mencapai 60 persen akses pada 2028.

Menteri Pendidikan, Dulce de Jesus Soares, menegaskan bahwa perluasan akses terhadap pendidikan anak usia dini yang berkualitas merupakan langkah penting untuk mengurangi kesenjangan pendidikan.

“Memperluas akses ke pendidikan anak usia dini yang berkualitas sangat penting untuk memastikan setiap anak, tanpa memandang tempat kelahirannya, memiliki kesempatan untuk berkembang. Melalui kemitraan yang diperkuat, lingkungan belajar yang lebih baik, dan keterlibatan masyarakat, inisiatif ini menjadi langkah signifikan agar semua anak di Timor-Leste siap belajar sejak dini,” ujarnya.

Menteri Pendidikan kembali menegaskan pentingnya investasi sejak dini bagi masa depan bangsa. “Sebagai negara muda, Timor-Leste perlu bertindak sejak dini untuk mempersiapkan masa depan, di mana sumber daya manusia akan menjadi aset paling berharga,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, UNICEF akan bekerja sama erat dengan Kementerian Pendidikan, pemerintah kotamadya Baucau dan Bobonaro, Kementerian Kesehatan dan Solidaritas Sosial dan Inklusi, serta masyarakat setempat guna memastikan keberhasilan program tersebut.

UNICEF menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan atas kepemimpinannya dalam memajukan pendidikan anak usia dini, serta menegaskan kembali komitmen bersama dengan Pemerintah Timor-Leste dan KOICA.

Perwakilan UNICEF untuk Timor-Leste, Patrizia DiGiovanni, menyatakan bahwa investasi pada pendidikan anak usia dini memberikan dampak jangka panjang yang besar.

“Pendidikan anak usia dini bukan hanya investasi sosial, tetapi juga keputusan ekonomi yang cerdas. Bukti global menunjukkan bahwa investasi pada tahun-tahun awal kehidupan anak memberikan hasil tertinggi, termasuk peningkatan hasil belajar dan penguatan produktivitas tenaga kerja di masa depan,” katanya.

Ia menambahkan, secara global dua dari lima anak memulai sekolah dasar tanpa kesiapan belajar. Di Timor-Leste, hampir satu dari lima anak mengulang kelas satu, yang berdampak pada tingginya biaya bagi keluarga dan sistem pendidikan nasional.

Data pemetaan sekolah menunjukkan bahwa dari total 442 desa di Timor-Leste, sebanyak 166 desa masih belum memiliki fasilitas prasekolah. Kondisi geografis dan medan yang sulit menjadi tantangan utama dalam menjangkau anak-anak di wilayah tersebut.

Perwakilan  KOICA di Timor-Leste, Youn Hwa Kang, menekankan bahwa akses semata tidak cukup tanpa kualitas yang terjamin.

“Yang terpenting adalah adanya sistem pendukung yang kuat, termasuk standar yang jelas, guru yang kompeten, keterlibatan komunitas, dan kepemimpinan kota yang efektif, guna memastikan kualitas pendidikan anak usia dini,” jelasnya.

Dengan dukungan KOICA pada periode 2024–2027, inisiatif ini akan diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur prasekolah ramah anak yang dilengkapi ruang bermain aman dan fasilitas air bersih serta sanitasi, pelatihan dan pendampingan guru prasekolah, keterlibatan orang tua dan kelompok pendukung ibu, serta penguatan sistem nasional dan kota untuk perencanaan dan pengelolaan berkelanjutan. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!