iklan

HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Presiden Ramos-Horta dorong kaum difabel bebas dari hambatan

Presiden Ramos-Horta dorong kaum difabel bebas dari hambatan

Peringatan Hari Penyandang Disabilitas. Foto Tatoli/Francisco Sony

 

DILI, 03 Desember 2025 (TATOLI)—Presiden Republik, José Ramos-Horta menekankan pentingnya membebaskan kaum penyandang disabilitas (difabel) dari berbagai hambatan agar dapat berpartisipasi penuh dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Hal ini disampaikan Presiden Republik melalui pidato yang dibacakan oleh Kepala Staf Kepresidenan, Jesuína Maria Ferreira Gomes, mewakili Kepala Negara, yang turut serta dalam Upacara Pembukaan Promosi Bakat Penyandang Disabilitas, yang diselenggarakan oleh Asosiasi Penyandang Disabilitas Timor-Leste (ADTL), di Istana Kepresidenan, Dili, Rabu ini.

Pidato Kepala Negara, sejalan dengan tema Perserikatan Bangsa-Bangsa “Membangun masyarakat inklusif bagi penyandang disabilitas untuk menuju kemajuan sosial”, yang  menyerukan Timor-Leste untuk bergerak menuju model yang menjamin otonomi, martabat, dan partisipasi penuh bagi penyandang disabilitas, serta mengatasi ketergantungan yang berlebihan pada bantuan kesejahteraan.

Presiden Ramos-Horta menekankan bahwa tujuannya bukan hanya untuk menyediakan subsidi, tetapi juga untuk menciptakan kondisi bagi kaum difabel untuk mengelola kehidupan mereka secara mandiri sepenuhnya dari orang lain.

“Kita harus membebaskan mereka dari hambatan, agar mereka tidak terlalu bergantung pada Pemerintah, atau otoritas nasional,” ujar Presiden dalam pidato yang dibacakan tersebut.

Ramos-Horta juga menyoroti pengalaman positif para atlet Paralimpiade Timor-Leste, yang telah melihat kota-kota maju di luar negeri dan meminta pemerintah daerah dan kotamadya untuk mengadopsi standar yang sama, guna memastikan keamanan dan mobilitas yang lebih baik di Dili.

Dalam pidatonya, Kepala Negara juga menegaskan kembali komitmen Timor-Leste terhadap Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas (CNUDPD), dengan menyatakan bahwa komitmen ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang menjamin partisipasi sipil dan perlindungan terhadap diskriminasi.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Staf Kepresidenan juga menyampaikan rasa terima kasih Presiden Republik kepada para mitra utama, termasuk Pemerintah Australia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Kementerian Solidaritas, Sosial, dan Inklusi (MSSI), atas dukungan berkelanjutan terhadap ADTL.

Ia mendorong seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pemerintah daerah hingga perusahaan swasta, untuk mendorong lingkungan inklusif di mana penyandang disabilitas dapat menjadi “Warga Negara yang Bahagia, Aktif, dan Produktif.”

Reporter: Mirandolina Barros Soares

Editor: Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!