DILI, 26 November 2025 (TATOLI)–Presiden dan Peraih Nobel Perdamaian, José Ramos-Horta secara resmi meluncurkan Misi Luar Angkasa Timor-Leste, satelit orbital pertama Timor-Leste, yang dirancang dan dibangun di Timor-Leste oleh para insinyur.
Acara peresmian tersebut di lakukan di Istana Kepresidenan, dan ini menandai langkah bersejarah bagi antariksa negara Timor-Leste.
Presiden Ramos-Horta menganggap satelit ini sebagai alat penting bagi masa depan Timor-Leste, yang menawarkan data vital untuk persiapan menghadapi bencana alam, memantau perubahan iklim, dan meningkatkan produktivitas pertanian.
“Proyek ini bukan sekedar satelit. Ini adalah pesan bagi generasi muda kita untuk mempelajari sains dan teknologi, bermimpi besar, dan mengembangkan keterampilan yang akan bermanfaat bagi diri mereka sendiri dan bangsa. Anak-anak kita berhak mendapatkan kesempatan untuk menatap langit dan yakin bahwa mereka bisa mencapainya,” kata Presiden Jose Ramos-Horta, dalam pidatonya di Istana Presiden, Rabu ini.
Berita terkait : IGTL dan SEPS sepakat perkuat integrasi data dan respons cepat saat bencana alam
Sementara itu, CEO Similie, Ana Paula da Costa, dalam pidatonya mengatakan proyek ini dapat menginspirasi generasi insinyur dan ilmuwan di masa depan.
“Proyek ini melambangkan potensi Timor-Leste untuk memimpin inovasi teknologi, sekaligus menginspirasi generasi insinyur dan ilmuwan berikutnya. Ini bukan hanya tentang pergi ke luar angkasa — ini tentang membawa kembali ruang angkasa itu kepada rakyat Timor-Leste,” ujar Ana Paula da Costa.
Inisiatif ini dipimpin oleh perusahaan sosial dan teknologi lokal Similie, bermitra dengan SpaceBase Co.—sebuah organisasi yang didirikan oleh mantan ilmuwan NASA yang berdedikasi untuk mendemokratisasi akses ke luar angkasa—dan Capricornio International, yang dipimpin oleh pengusaha Australia-Argentina dan advokat STEM Dariovanni Bongióranni.
Kemitraan ini sejalan dengan visi Presiden untuk memanfaatkan teknologi canggih guna mengatasi tantangan nasional.
Dengan dukungan dari Kepresidenan Republik dan organisasi antariksa internasional, termasuk SpaceBase Co., GSEn, dan UNISEC Jepang, misi ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana inovasi lokal yang dipadukan dengan kerja sama global dapat memberdayakan negara-negara kecil untuk mengakses solusi berbasis antariksa.
Saat beroperasi, satelit ini akan menyediakan data penting untuk observasi bumi dan telemetri secara real-time.
Misi Luar Angkasa Timor-Leste juga akan berfungsi sebagai platform pendidikan nasional, yang menginspirasi siswa di seluruh negeri untuk mengejar karier di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM).
Bekerja sama dengan UNISEC Jepang, Similie akan memberikan pelatihan khusus dan berencana mendirikan Akademi Teknologi Dirgantara di Dili, untuk menciptakan jalur karier baru bagi masyarakat Timor-Leste.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Julia Chatarina




