iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Soroti ancaman pada hak anak, Sekjen PBB serukan perhatian dan perlindungan segera

Soroti ancaman pada hak anak, Sekjen PBB serukan perhatian dan perlindungan segera

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres berbicara kepada media saat melakukan kunjungan ke Timor-Leste pada 2024 lalu. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 19 November 2025 (TATOLI) — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, menyerukan perlindungan hak anak dan peningkatan perhatian global terhadap generasi muda dalam pesan video yang disampaikan berkaitan dengan perayaan Hari Anak Sedunia yang  diperingati setiap tanggal 20 November.

Ia menegaskan bahwa Konvensi Hak Anak, yang kini menjadi traktat paling banyak diratifikasi dalam sejarah, mengingatkan dunia akan satu kebenaran sederhana: ketika kita melindungi anggota termuda keluarga manusia, kita membangun dunia yang lebih baik.

“Namun, PBB menyoroti ancaman serius terhadap hak anak saat ini, termasuk kemiskinan, konflik, dan krisis iklim yang mengganggu akses pendidikan dan membahayakan masa depan mereka,” jelas Sekjen PBB dalam laman resmi yang diakses TATOLI.

Ia juga menekankan risiko baru di dunia digital, di mana banyak anak menghadapi bahaya online. “Banyak anak harus menanggung beban yang jauh melampaui usia mereka, bekerja atau merawat saudara. Famine dan perang telah merampas hak paling dasar: hak untuk hidup,” katanya.

Sekjen PBB mengingatkan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama, tak peduli siapa mereka atau di mana mereka tinggal. Ia menyerukan agar dunia mendengarkan suara anak-anak dan memperkuat perlindungan bagi hak-hak mereka.

“Masa depan ditentukan oleh bagaimana kita merawat generasi berikutnya. Kita harus bersatu untuk membangun dunia yang aman dan setara bagi setiap anak,” tegas Sekjen PBB dalam pesannya.

Ia menekankan pentingnya solidaritas global dalam menanggapi tantangan yang dihadapi anak-anak di seluruh dunia, serta perlunya tindakan kolektif untuk memastikan hak, keselamatan, dan kesejahteraan generasi mendatang.

Dalam laman PBB juga menyebutkab hawa, setiap tanggal 20 November, masyarakat dunia memperingati Hari Anak Sedunia atau World Children’s Day, sebuah momen global untuk mengingatkan pentingnya pemenuhan hak-hak anak tanpa diskriminasi.

Peringatan ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian, tetapi juga ajakan untuk memperjuangkan masa depan anak-anak agar tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kesempatan.

Pada tahun 2025, Hari Anak Sedunia kembali menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran publik tentang berbagai tantangan yang masih dihadapi anak di seluruh dunia, mulai dari kekerasan, akses pendidikan, kesehatan, hingga hak untuk berpartisipasi.

PBB mencatat bahwa peran masyarakat, sekolah, keluarga, dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk memastikan setiap anak mendapatkan haknya secara utuh. 

Reporter: Cidalia Fátima

Editor: Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!