iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

PM Malaysia Anwar ikut luncurkan desain proyek Dili International Convention Center

PM Malaysia Anwar ikut luncurkan desain proyek Dili International Convention Center

Presiden Timor-Leste, José Ramos-Horta, didampingi Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, dan Wakil Perdana Menteri I, Francisco Kalbuady Lay dan Wakil PM II, Mariano Assanami Sabino meluncurkan proyek Pusat Konvensi Internasional Dili atau Dili International Convention Center (DICC). Foto Tatoli

DILI, 24 September 2025 (TATOLI) – Presiden Timor-Leste, José Ramos-Horta, didampingi Perdana Menteri (PM) Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, dan Wakil Perdana Menteri I, Francisco Kalbuady Lay dan Wakil PM II, Mariano Assanami Sabino, Rabu ini meluncurkan desain proyek Pusat Konvensi Internasional Dili atau Dili International Convention Center (DICC) di Pelabuhan Dili.

Peluncuran desain proyek ini menandai tonggak penting dalam implementasi Blue Economy dan upaya merevitalisasi kawasan tepi laut ibu kota Dili dan menegaskan posisi strategis Timor-Leste sebagai calon anggota ke-11 ASEAN.

PM Xanana Gusmão mengatakan, peluncuran dilakukan segera dengan hadirnya PM Malaysia sebagai Ketua ASEAN dan menekankan pentingnya proyek ini sebagai bagian dari transformasi nasional dan persiapan integrasi ASEAN dan kemungkinan menjadi Ketua ASEAN pada 2029.

“Kami memanfaatkan kesempatan kunjungan resmi Perdana Menteri Malaysia di sini pada hari terakhir. Pusat ini dirancang bukan hanya untuk ASEAN, tetapi untuk memperkuat kota dan menyediakan ruang yang memadai bagi pertemuan internasional. Ketika kita menjadi anggota ASEAN, semua negara harus bisa hadir dan bertemu di sini selama tiga hingga empat hari. Dengan kondisi saat ini, kami belum memiliki ruang yang cukup, tetapi pusat konvensi ini akan menjadi solusi,” jelas PM Xanana Gusmão.

Ia menambahkan bahwa DICC tidak hanya akan menjadi tempat konferensi internasional, tetapi juga destinasi edukasi dan wisata.

“Kami ingin memperkenalkan keanekaragaman hayati laut kami, tidak hanya kepada wisatawan, tetapi juga kepada anak-anak kami, penduduk lokal, bahkan anak-anak dari pegunungan, agar mereka bisa melihat kekayaan laut Timor-Leste,” katanya.

Meskipun tak menyebutkan berapa dana yang dipersiapkan untuk proyek DICC tetapi Kepala Pemerintahan itu ingin memastikan agar pembangunan bisa selesai pada 2028 sehingga memfasilitasi setiap pertemuan yang akan diadakan saat Timor-Leste jadi Ketua ASEAN.

Diketahui kunjungan PM Anwar Ibrahim ke Timor-Leste berlangsung selama dua hari, dari 23 – 24 September 2025, yang menjadi kunjungan perdana seorang Perdana Menteri Malaysia ke negara ini dalam 22 tahun terakhir.

Kunjungan ini bertujuan memperkuat hubungan bilateral, mendukung pertumbuhan ekonomi, pariwisata, pendidikan, dan mendukung kesiapan Timor-Leste menjadi anggota ASEAN.

Sebelumnya, pada 18 September 2025, pemerintah Timor-Leste melalui Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuady Lay, memaparkan rencana pembangunan DICC dalam Rapat Dewan Menteri.

Proyek nasional strategis ini dibangun di kawasan pelabuhan, tepat di tepi Teluk Dili, dan dirancang menjadi landmark arsitektur serta simbol transformasi nasional. Kompleks DICC akan mencakup :

  • Gedung utama Pusat Konvensi dengan ruang konferensi, auditorium, dan ruang pameran
  • Area rekreasi dan pariwisata, termasuk jalur pejalan kaki di sepanjang dermaga
  • Fasilitas tambahan seperti akuarium, pusat hiburan, dan pusat perbelanjaan untuk meningkatkan daya tarik kawasan

Direncanakan untuk dibangun di tepi Teluk Dili, proyek ini akan menjadi landmark arsitektur dan simbol transformasi nasional, terutama dalam konteks integrasi ASEAN.

Tujuan pembangunan ini tidak hanya sebagai pusat penyelenggaraan acara internasional berskala besar, tetapi juga untuk mendorong pembangunan ekonomi lokal, pengembangan pariwisata, dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Dengan hadirnya DICC, Timor-Leste diharapkan mampu menyelenggarakan forum internasional, memperkenalkan budaya dan sumber daya alamnya, serta memperkuat posisi negara di panggung regional. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!