iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

PM Xanana pimpin persiapan negosiasi perbatasan maritim dengan Indonesia di London

PM Xanana pimpin persiapan negosiasi perbatasan maritim dengan Indonesia di London

Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão bersama Penasihat Senior dan tim hukum untuk isu perbatasan darat dan laut mengadakan pertemuan strategis di London, Inggris, Jumat (19/09/2025). Foto/Media GPM

DILI, 20 September 2025 (TATOLI) Perdana Menteri (PM), Kay Rala Xanana Gusmão bersama Penasihat Senior dan tim hukum untuk isu perbatasan darat dan laut mengadakan pertemuan strategis di London, Inggris, pada 19–20 September 2025.

Pertemuan ini membahas strategi Timor-Leste dalam menghadapi negosiasi pertama dengan Indonesia mengenai perbatasan maritim yang dijadwalkan berlangsung awal Desember mendatang.

“Saya datang ke London bersama seluruh tim dari Kantor Perbatasan Maritim Timor-Leste, untuk bertemu dengan pengacara atau penasihat hukum, karena pada Agustus tahun lalu tim dari Republik Indonesia pergi ke Dili untuk bertemu dengan tim Timor-Leste guna memulai pembicaraan mengenai perbatasan maritim dengan Indonesia,” ujar Perdana Menteri Xanana Gusmão dalam siaran pers yang dikases TATOLI, Sabtu ini.

Berita terkait : PM Xanana bertolak ke Inggris, hadiri pertemuan terkait isu Perbatasan Darat dan Laut

PM Xanana menegaskan bahwa diskusi dua hari tersebut bertujuan memastikan strategi Timor-Leste sejalan dengan hukum internasional.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Michael Charles Wood dari Inggris serta pihak-pihak lain yang telah mendukung proses ini.

“Selama dua hari ini tim bertemu untuk berkoordinasi dan melihat apa yang dapat dipertahankan Timor-Leste ketika negosiasi dengan Indonesia dimulai pada awal Desember 2025,” ujarnya.

PM Xanana menambahkan bahwa persiapan ini merupakan kelanjutan dari pengalaman sebelumnya saat Timor-Leste berhasil menyelesaikan kasus perbatasan maritim dengan Australia.

Ia optimistis dukungan dari tim hukum internasional akan kembali membantu Timor-Leste dalam menghadapi negosiasi dengan Indonesia.

Firma hukum internasional DLA Piper, yang berkantor di lebih dari 40 negara, termasuk Amerika, Asia-Pasifik, Eropa, Afrika, dan Timur Tengah, turut mendampingi Timor-Leste dalam proses ini.

DLA Piper sendiri berdiri pada 2005 melalui penggabungan tiga firma hukum: Gray Cary Ware & Freidenrich LLP (San Diego), Piper Rudnick LLP (Baltimore), dan DLA LLP (Inggris).

Reporter     : Cidalia Fátima

Editor          : Julia Chatarina

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!