DILI, 30 Agustus 2025 (TATOLI)— Anggota Komisi Eksekutif Bank Perdagangan Nasional Timor-Leste (BNCTL), Joaquim dos Reis Martins, menyampaikan bahwa sejak berdiri pada tahun 2011 hingga saat ini, bank tersebut telah memiliki 500.000 nasabah.
“Jumlah nasabah yang sudah terdaftar hingga kini mencapai 500.000, dari jumlah itu sekitar 300.000 telah mengakses kredit. BNCTL memberikan kredit kepada individu, perusahaan, maupun anak perusahaan, mulai dari 1.000 dolar hingga 38 juta dolar. Berdasarkan data hingga akhir Juni ini, total dana yang beredar melalui kredit mencapai $500 juta dolar, dan hingga kemarin jumlah itu sudah mencapai $510 juta dolar,” ujar Anggota Komisi Eksekutif BNCTL kepada TATOLI usai mengikuti seminar bertema ‘Make it and Brand it’ dengan subtema Innovation, Finance and Business dalam rangkaian acara Dili International Trade Expo (DITE) 2025 hari ketiga, di Pusat Konvensi Dili (CCD), Sabtu ini.
Ia menegaskan, bank memiliki aturan bahwa kredit tidak dapat diberikan tanpa mobilisasi deposito, dan kesempatan memberi kredit semakin besar apabila bank memiliki modal yang kuat.
“BNCTL siap memperluas penyaluran kredit serta meningkatkan modal yang telah dimiliki. Namun dalam praktiknya, pemberian kredit menghadapi tantangan hukum dan regulasi, misalnya terkait tanah dan aspek lain. Karena itu, semakin kuat modal bank, semakin besar pula peluang untuk memperluas penyaluran kredit,” jelasnya.
BNCTL saat ini memiliki tiga jenis kredit, yaitu :
- Kredit Modal Kerja, mencakup kredit kepercayaan (khusus kelompok perempuan), pertanian, usaha, proyek, serta fasilitas line of credit
- Kredit Investasi, untuk mendukung investasi maupun transportasi
- Kredit Konsumtif, ditujukan untuk kebutuhan serbaguna, pegawai, pengusaha, pensiunan, dan berbasis remitansi
Selain itu, tercatat 27.000 veteran juga menjadi nasabah BNCTL, di mana 99% di antaranya menerima pensiun dari Pemerintah. Bank ini juga mencatat nasabah penerima manfaat program pemerintah seperti ‘Bolsa da Mãe’ dan bantuan bagi penyandang disabilitas.
BNCTL berencana meluncurkan layanan pembayaran digital MasterCard bulan depan agar memudahkan pembayaran online.
“Dalam waktu dekat, BNCTL akan meluncurkan MasterCard untuk publik, setelah sebelumnya menjalani tahap uji coba. Dengan adanya layanan ini, mahasiswa bisa membayar uang kuliah secara online, tanpa lagi melakukan pembayaran manual. Tujuan kami adalah memperkenalkan sistem pembayaran digital di universitas-universitas,” tambahnya.
Saat ini, terdapat 200 warga Timor-Leste di diaspora yang menggunakan kartu Union Pay, sedangkan di dalam negeri sudah beredar sekitar 7.000 kartu.
“Union Pay sudah digunakan di 187 negara di seluruh dunia, dan setiap hari permintaan terhadap kartu ini terus meningkat. Saat ini kartu tersebut masih diproduksi di Portugal, tetapi tahun ini diharapkan dapat diproduksi langsung di Timor-Leste,” jelasnya.
BNCTL juga telah menjalin kerja sama korespondensi dengan berbagai bank di Indonesia, Eropa, Amerika, hingga Afrika, serta membuka cabang di tingkat teritorial.
Pada tahun 2023, BNCTL memainkan peran vital dalam lanskap keuangan nasional dan menjadi institusi kunci dalam pembangunan ekonomi dan sosial Timor-Leste. Bank ini menjadi salah satu pilar penting untuk mendorong inklusi keuangan, mendukung kewirausahaan, serta memperkuat infrastruktur keuangan nasional.
Setelah beroperasi selama 11 tahun, BNCTL terus beradaptasi dengan dinamika ekonomi Timor-Leste yang sedang berkembang. Bank ini berdiri berdasarkan Dekretu Lei 3/2011 sebagai bank komersial, dengan modal awal sebesar 4,2 juta dolar. Pemerintah Timor-Leste menjadi pemegang saham tunggal.
Setiap tahun, Pemerintah Timor-Leste melakukan kapitalisasi bank ini dengan jumlah antara 20 juta hingga 35 juta dolar.
Reporter : Arminda Fonseca (Penerjemah: Cidalia Fátima)
Editor : Armandina Moniz




