iklan

KESEHATAN, HEADLINE

Kasus rabies di TL semakin meningkat, INFPM akan beli lagi vaksin

Kasus rabies di TL semakin meningkat, INFPM akan beli lagi vaksin

Vaksin rabies. Foto google

DILI, 18 Juni 2025 (TATOLI)– Direktur Pengadaan di Institut Nasional Farmasi dan Produk Medis (INFPM) Sergio da Costa Belo mengatakan bahwa INFPM siap membeli lagi vaksin rabies untuk masyarakat jika kasus rabies di Timor-Leste semakin meningkat.

“Jika kasus rabies semakin meningkat ini merupakan suatu keharusan untuk membeli, karena kasus rabies merupakan kasus yang menjadi masalah bagi antar Kementerian, bukan hanya di Kementerian Kesehatan saja, melainkan Kementerian Pertanian dan Perikanan,” kata Direktur  Sergio da Costa Belo pada Tatoli, di kantornya Kampug Alor Dili, rabu ini.

Dijelaskan, saat ini Kementerian Pertanian dan Perikanan juga memberikan pelayanan untuk mencegah virus rabies pada anjing, maka Kemenkes juga memberikan pelayanan untuk mencegah virus rabies pada manusia, dan INFPM siap untuk membeli vaksin jika vaksin tersebut mulai berkurang.

“Secara aktual saat ini, kasus rabies semakin bertambah, di Oecusse, Bobonaro dan kini telah memasuki di Gleno kotamadya Ermera. Maka secara aktual saat ini vaksin rabies (VAR) yang kini tersedia di INFPM berjumlah 720 dosis, dan Serum Anti Rabies (SAR) berjumlah 556 dosis stock di INFPM,” jelas Direktur.

Menurutnya, saat ini vaksin rabies yang tersedia, sementara untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat yang tergigit anjing, karena jumlah orang yang digigit anjing hingga saat ini tidak mencapai 10 orang setiap harinya.

“Maka dari itu kita bertahan dulu dengan vaksin yang ada, yang penting komunikasi kita antara tempat kejadian dari semua pihak seperti INFPM yang lainnya berjalan lancar, sehingga ini dapat menyelesaikan masalah yang ada,”paparnya.

Ditambahkan, Vaksin rabies untuk masyarakat tersebut, INFPM akan membeli melalui UNICEF (Dana Anak Anak Perserikatan Bangsa Bangsa).

Saat ini kasus rabies di Timor Leste mengakibatkan enam orang meninggal dunia, dari kotamadya Bobonaro, Oecusse dan Ermera.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor : Armandina Moniz 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!