DILI, 06 Juni 2025 (TATOLI)—Perdana Menteri (PM), Kay Rala Xanana Gusmão, menyampaikan apresiasi dan rasa puasnya atas terpilihnya Timor-Leste sebagai salah satu Wakil Ketua Sidang Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi pembukaan Pertemuan Tingkat Menteri ke-15 PALOP-TL dan Uni Eropa yang digelar di kantor Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama.
“Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan rasa puas saya atas terpilihnya Tanjung Verde dan Timor-Leste sebagai Wakil Ketua Sidang Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan semboyan ‘Lebih Baik Bersama’ yang disampaikan oleh Presiden terpilih,” ujar PM Gusmão, Jumat ini.
Ia berharap, bersama Presiden dan Wakil Ketua terpilih lainnya, Timor-Leste dapat memberikan kontribusi berarti bagi reformasi dan pengambilan keputusan penting di PBB demi dunia yang damai, aman, dan harmonis.
Majelis Umum PBB telah memilih Timor-Leste sebagai salah satu Wakil Ketua Sidang ke-80 pada 2 Juni 2025 lalu.
Timor-Leste akan diwakili oleh Misi Tetapnya di PBB, dengan Perwakilan Tetap Dionisio Babo Soares yang akan bertanggung jawab mengoordinasikan peran negara dalam menentukan agenda dan hasil sidang bersama Wakil Ketua dan negara anggota lainnya.
Sidang ke-80 Majelis Umum PBB yang mengusung tema “Lebih Baik Bersama” akan berlangsung dari September 2025 hingga September 2026. Pembukaan resmi dijadwalkan pada 9 September 2025 di Markas Besar PBB di New York.
Berita terkait : Timor-Leste terpilih sebagai Wakil Ketua Sidang ke-80 Majelis Umum PBB
Sidang ini merupakan forum tahunan yang mempertemukan perwakilan dari seluruh negara anggota PBB untuk membahas isu-isu penting global, termasuk perdamaian, keamanan, pembangunan berkelanjutan, hak asasi manusia, dan reformasi badan dunia tersebut.
Jabatan Ketua Sidang Umum ke-80 akan dipegang oleh Annalena Baerbock, mantan Menteri Luar Negeri Jerman. Selain Timor-Leste dan Tanjung Verde, terdapat 16 Wakil Ketua lain yang mewakili berbagai wilayah dunia, seperti Andorra, Argentina, Bangladesh, Republik Demokratik Kongo, Kenya, Lebanon, dan lainnya.
Kelima anggota tetap Dewan Keamanan PBB — Tiongkok, Prancis, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat — juga terlibat aktif dalam struktur kepemimpinan Majelis Umum.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Julia Chatarina




