DILI, 04 Juni 2025 (TATOLI)— Menteri Perencanaan Investasi dan Strategis (MPIE), Gastão Sousa, mengakui bahwa proyek Pelican Paradise berjalan lambat, dan saat ini pemerintah sedang dalam tahap diskusi pembahasan untuk mengambil keputusan.
“Proyek ini sudah sangat lama, sejak Pemerintah keempat, investasi sudah jalan, tapi belum ada perubahan, tapi kita lihat dulu untuk dibahas bersama-sama, khususnya dengan Menteri urusan Perekonomian. Saya sendiri yang akan melihat secara saksama karena mereka mempunyai beberapa persyaratan yang harus didukung Pemerintah, dan ini akan dibahas,” kata Menteri MPIE Gastão Sousa, kepada wartawan usai bertemu Presiden Republik, Jose Ramos Horta iha Istana Negara, Bairro Pite, Dili, rabu ini.
Ia juga mengakui bahwa sebelumnya Pelican Paradise juga meminta pasokan air dan pemasangan listrik, dan semuanya sudah direalisasikan. “ Soal listrik dan air, sudah kami berikan. Kami telah mempersiapkanya,” tuturnya.
Menurut Menteri Gastão, proyek ini berjalan lambat, dan Pemerintah juga harus melihat kontrak yang sudah ditandatangani dan Kementerian Kehakiman yang mempunyai pengetahuan untuk menjelaskan soal itu.
“Saat ini kita mempunyai koordinasi yang sangat baik soal menyewa lahan dan meminta kementerian terkait untuk melihat masalah ini secara mendalam. Apakah akan dilanjutkan atau ada investor lain yang ingin berinvestasi. Tetapi, ini semua kita lihat saja nanti. Kami juga bersama kementerian terkait untuk melihat semuanya sebelum membuat keputusan,” jelasnya.
Sebelumnya, pada januari 2022, Pemerintah melalui Kementerian Kordinator Bidang Ekonomi (MKAE -tetun) bersama Pelican Paradise telah menandatangani perjanjian investasi khusus (Special Investment Agreement – SIA) menyebutkan Pemerintah bertanggung jawab dalam tiga hal seperti penyediaan lahan konstruksi, sistem air bersih dan instalasi listrik sesuai kebutuhan proyek.
Tahun 2024, BTL (Bee Timor Leste) telah menyelesaikan pengeboran untuk air bersih di Tibar yang dinyatakan layak digunakan untuk konstruksi dan telah menyediakan pipa air untuk mengalirkan air dari pusat pengeboran sampai Pelican Paradise dengan jarak 1,4 kilometer, tetapi masih dalam masalah dengan lahan untuk peletakan pipa.
Selain itu, pihak EDTL juga telah memasang dua trafo dengan kapasitas 1 Megawatt (1000 Kilowatt) untuk proses konstruksi dan 150 KVA yang memiliki power output sebesar 120 Kilowatt untuk administrasi, tetapi karena beban listrik yang akan digunakan terlalu besar, sehingga kabel listrik dari EDTL yang sekarang ada tidak sesuai dengan kapasitas beban.
Diketahui peletakan batu pertama proyek Pelican Paradise dilakukan pada november 2022 oleh Presiden Republik, José Ramos Horta, didampingi Mantan Perdana Menteri, Taur Matan Ruak, Ketua Pelican Paradise, Datuk Ong Han, anggota pemerintah, anggota parlamen, Uskup Agung Dom Virgílio Kardinal do Carmo da Silva, Perwakilan Duta Besar, dan entitas tertinggi lainnya di Timor-Leste.
Pelican Paradise Group juga telah menerima tiga sertifikat Declaration of Benefit dengan dana nilai investasi awal yang terdiri dari Pelican Ahava, Unip.Lda ($90 juta), Pelican Elior, Unip. Lda ($110 juta) dan Pelican Adara Reserve ($1 juta).
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




