DILI, 03 Juni 2025 (TATOLI)— Timor-Leste mencatat tonggak penting dalam sejarah diplomatiknya dengan terpilih sebagai salah satu Wakil Ketua Sidang ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Keputusan ini diambil dalam sidang pleno Majelis Umum yang juga menetapkan Annalena Baerbock dari Jerman sebagai Ketua Sidang yang baru dan dipuplikasikan dalam portal resmi PBB pada 02 Juni 2025.
Penetapan ini menandai langkah maju yang signifikan bagi negara Asia Tenggara tersebut dalam memperkuat perannya di kancah diplomasi multilateral.
Timor-Leste bergabung bersama negara-negara lain seperti Argentina, Kenya, Bangladesh, dan Tunisia sebagai Wakil Ketua. Mereka akan bekerja berdampingan dengan lima anggota tetap Dewan Keamanan seperti China, Prancis, Federasi Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat, yang secara otomatis menjabat sebagai Wakil Ketua tiap tahun.
Terpilihnya Timor-Leste mencerminkan pengakuan internasional atas kontribusinya dalam mendukung perdamaian, pembangunan berkelanjutan, dan komitmen terhadap prinsip-prinsip Piagam PBB. Sebagai negara berkembang dengan sejarah perjuangan kemerdekaan yang kuat, kehadiran Timor-Leste dalam posisi kepemimpinan ini membawa suara kawasan Asia Tenggara dan negara-negara kecil berkembang ke forum global yang lebih luas.
Dalam sidang tersebut, Annalena Baerbock, Menteri Luar Negeri Jerman, terpilih sebagai Ketua Sidang Majelis Umum ke-80 setelah memperoleh 167 suara dalam pemungutan suara rahasia. Ia adalah perempuan kelima yang menjabat posisi ini sepanjang sejarah PBB.
Mengusung tema “Lebih Baik Bersama”, Baerbock menekankan pentingnya kolaborasi global, dialog inklusif, dan reformasi institusional PBB. Ia menyoroti tiga prioritas utama selama masa jabatannya : modernisasi PBB, percepatan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan, dan penguatan multilateralisme inklusif.
Selain pemilihan Ketua dan Wakil Ketua, sidang juga menentukan urutan tempat duduk untuk sesi ke-80, dengan Niger terpilih menempati kursi pertama di Aula Sidang berdasarkan undian tahunan yang dilakukan Sekretaris Jenderal PBB.
Sebagai bagian dari struktur organisasi, enam Komite Utama Majelis Umum juga mengadakan pemilihan pimpinan masing-masing secara aklamasi, menandai dimulainya kembali proses legislasi dan konsultasi multilateral di berbagai bidang utama PBB, seperti pelucutan senjata, pembangunan ekonomi, hak asasi manusia, dan hukum internasional.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




