iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Usai KTT ASEAN, PM Xanana : Empat bulan lagi Timor-Leste harus siap

Usai KTT ASEAN, PM Xanana : Empat bulan lagi Timor-Leste harus siap

Perdana Menteri Xanana Gusmão saat mengadakan konferensi pers di Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato, Dili, saat tiba kembali di tanah air dari kunjungan kenegaraan ke Malaysia. Foto TATOLI/ António Daciparu

DILI, 28 Mei 2025 (TATOLI)— Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão menegaskan bahwa Timor-Leste hanya memiliki waktu empat bulan untuk menuntaskan persiapan sebagai anggota penuh Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Hal ini disampaikan PM Xanana  usai kembali dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-46 di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Saya baru saja tiba dari Kuala Lumpur, setelah dua hari mengikuti kegiatan KTT ASEAN ke-46. Dua hari ini sangat intensif dan sangat baik untuk pembelajaran kita,” ujar PM Xanana kepada wartawan di aula VIP Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato Comoro, rabu ini.

Pada hari pertama KTT, para pemimpin ASEAN memaparkan rencana dan visi pembangunan yang menekankan prinsip inklusi dan keberlanjutan.

PM Xanana mengapresiasi semangat ASEAN yang kini mulai memperkuat diri sebagai satu komunitas besar yang peduli pada seluruh kelompok masyarakat.

“Ketika kita menyebut inklusi, bukan hanya soal wilayah, tapi seluruh segmen, perempuan, lansia, kelompok rentan, penyandang disabilitas, semuanya masuk dalam gagasan bahwa negara ini berkelanjutan,” jelasnya.

Sesi sore hari difokuskan pada penyusunan visi besar ASEAN hingga tahun 2045 di bawah presidensi Malaysia. Para anggota membahas isu strategis mencakup ekonomi, politik, hubungan luar negeri, pertanian, pariwisata, dan pengembangan sumber daya manusia. Tujuannya untuk menginspirasi masyarakat dan mendorong perkembangan pemikiran kolektif tentang masa depan ASEAN.

PM Xanana juga mencatat bahwa negara-negara besar di dunia kini semakin menyoroti pentingnya supremasi hukum internasional. ASEAN, sebagai asosiasi regional, memperkuat komitmennya terhadap perdamaian dan stabilitas di tengah meningkatnya konflik global.

“Jika tidak ada perdamaian, tidak akan ada pembangunan,” tegas Xanana.

Berbagai isu modern juga menjadi pembahasan penting, seperti digitalisasi, keahlian teknologi, dan kecerdasan buatan (AI).

PM Xanana melihat topik-topik ini sebagai peluang bagi Timor-Leste untuk membuka wawasan dan memperkuat kesiapan teknologinya sebagai anggota baru ASEAN.

Dalam pernyataannya, PM Xanana mendesak Parlemen Nasional untuk segera menyetujui undang-undang dan resolusi yang telah diajukan oleh kementerian terkait. Langkah ini penting sebagai bagian dari pemenuhan syarat administratif dan hukum menuju keanggotaan penuh.

“ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) telah menginformasikan Presiden Parlemen, dan juga akan menginformasikan para anggota. Jadi, semua yang berkaitan dengan undang-undang dan resolusi mohon segera disetujui,” ujarnya.

PM Xanana juga menyambut baik dukungan dari seluruh negara anggota ASEAN yang telah menyatakan kesediaannya untuk menerima Timor-Leste secara resmi sebagai anggota penuh. Ia pun mengimbau semua jajaran pemerintah untuk bekerja lebih keras dan menjaga koordinasi antarkementerian.

“Anggota Pemerintah juga harus bekerja sama dengan jajaran menteri agar bisa saling berkoordinasi. Waktu yang tersisa hanya empat bulan lagi, Timor-Leste harus siap,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa Timor-Leste hampir memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan ASEAN, terutama terkait tiga pilar utama: ekonomi, sosial-budaya, dan keamanan.

“Tiga pilar penting ini sudah final. Kriteria yang diberikan ASEAN juga hampir terpenuhi karena persiapan kita sudah dimulai sejak 2011,” ujarnya dengan optimis. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!