DILI, 04 juli 2022 (TATOLI)— Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerjasama (MNEK), Julião da Silva melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM), Taur Matan Ruak. Dalam Pertemuan membahas kasus tenaga kerja (Naker) yang bekerja dan hidup susah di Jerman, Malaysia dan Portugal.
“Ada 13 Naker Warga Negara TL (WNTL) di Jerman, yang saat ini tidak tahu bekerja dimana, sehingga mereka menginformasikan kepada Kedutaan Besar Timor-Leste di Belgia, untuk mendapatkan perlindungan dan dapat memulangkan mereka ke tanah air,” kata Wakil Menteri MNEK, Julião da Silva pada wartawan di Kantor Pemerintahan Dili, senin.\
Berita terkait : Tujuh naker di Dubai dalam perjalanan pulang ke Timor-Leste
Dijelaskan, 13 Naker tersebut berangkat dari Timor-Leste (TL) dengan tujuan Portugal. Namun, setibanya disana mereka berangkat lagi ke Jerman untuk bekerja disana.
“Ada juga beberapa Naker yang bekerja di Malaysia, dan saat ini mendapatkan masalah. Sehingga mereka meminta kepada pemerintah untuk memulangkannya,” ujarnya.
Dilanjutkan, selain itu para Naker di Portugal yang saat ini telah bekerja meminta kepada MNEK beserta Kementerian yang terkait untuk mengurus hambatan yang dihadapi mereka selama bekerja di Portugal.
Berita terkait : MNEK alokasikan $10.000 untuk repatriasi tujuh naker dari Jakarta
“Dari semua keluhan Naker di luar negeri, Pemerintah akan berusaha mendukung dan memberikan perlindungan. Salah satunya, kasus tujuh Naker di Dubai yang telah diselesaikan,” ungkapnya.
Menurutnya, Naker yang bekerja di Dubai, Malaysia dan Jerman melalui salah satu agency di TL, dan ini pihak berwajib masih melakukan investigasi terhadap agency terkait.
Wakil Menteri MNEK juga mengatakan, dalam pertemuan pemerintah menetapkan dua pilihan, salah satunya, jika Naker WNTL ke luar negeri melalui agency yang tidak diakui pemerintah, maka biaya memulangkan Naker akan ditanggung oleh agency bersangkutan.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




