iklan

EKONOMI, POLITIK, INTERNASIONAL, DILI

ASEAN ijinkan TL berpartisipasi dalam kegiatan Socio-Cultural Community

ASEAN ijinkan TL berpartisipasi dalam kegiatan Socio-Cultural Community

Ketua Dewan Pers, Virgílio da Silva Guterres bersama Direktur Jenderal Urusan ASEAN Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama (MNEK), Milena Rangel berpartisipasi dalam pertemuan virtual dengan tim misi ASEAN untuk Timor-Leste dalam “The Next Virtual Interface on ASEAN Socio-Cultural” di Gedung MNEK, Pantai Kelapa, Dili. Foto Tatoli/Egas Cristovao

DILI, 09 november 2021 (TATOLI)– Organisasi negara-negara ASEAN  (Association of South East Asian Nations)  mengijinkan  Timor – Leste (TL) untuk  bisa berpartisiapsi dalam kegiatan-kegiatan dalam pilar Masyarakat Sosial Budaya (Socio-Cultural Community).

Demikian diutarakan, Direktur Jenderal Urusan ASEAN Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama (MNEK), Milena Rangel kepada wartawan usai melakukan pertemuan virtual dengan tim misi ASEAN untuk Timor-Leste dalam “The Next Virtual Interface on ASEAN Socio-Cultural” di Gedung MNEK, Pantai Kelapa,  Dili, senin.

“Hasil dari pertemuan ini kita mendengarkan program penting yang mungkin ingin diberikan pada TL. Karena, mereka ingin TL ikut berpartisiapsi yang mana ruang lingkupnya tidak untuk mengambil keputusan,  namun TL bisa berpartisiapsi dalam kegiatan pilar Socio Cultural Community ke depannya. Mereka ingin TL berpartisipasi dan ini  adalah hasil positif dalam proses keanggotaan,” jelas Milena.

Milena menjelaskan, saat ini TL sedang mendiskusikan bagaimana negara-negara ASEAN dan TL bisa menjaga partisipasi TL dalam kegiatan yang akan datang salah satunya dengan menjalin kerjasama yang lebih dekat dengan Sekretariat ASEAN di Jakarta.

Dikatakan, virtual interface ini dilakukan karena tim Misi ASEAN tidak bisa secara langsung berkunjung ke TL untuk mengevaluasi pilar Socio-Cultural Community. Ini pun adalah pertemuan lanjutan untuk meninjau kembali virtual interface yang sudah dilakukan pada september 2020.

“Meskipun hanya dengan virtual interface, MNEK akan terus menetapkan komunikasi antara TL dan pihak ASEAN dalam proses TL untuk bergabung menjadi anggota  ASEAN,” katanya.

Dijelaskan, dalam pertemuan tersebut, tidak hanya dihadiri   institusi pemerintah,  namun pihak ASEAN juga mengundang organisasi nasional dan internasional yang menjadi mitra pemerintah seperti PBB, Plan International, Asia Foundation, CRS, Fokupers, Hamnasa, JSMP dan lainnya.

Dijelaskan, tujuan mengundang para organisasi ini untuk mempresentasikan tentang observasi mereka tentang kesempatan dan kendala yang akan dihadapi jika TL menjadi anggota ASEAN dan menjelaskan layanan yang sudah organisasi lakukan selama ini.

“Untuk para organisasi adalah bagaimana melihat apa yang sudah mereka kontribusikan pada negara dan masyarakat karena mereka adalah mitra,” kata Milena.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

 

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!