iklan

POLITIK, INTERNASIONAL, DILI

Konstruksi bandara Komoro, FONGTIL minta fungsikan airport Oecusse dan Suai

Konstruksi bandara Komoro, FONGTIL minta fungsikan airport Oecusse dan Suai

Foto google

DILI, 03 agustus 2021 (TATOLI)- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) FONGTIL  menyarankan pemerintah, sebelum konstruksi bandara internasional Nicolau Lobato, Komoro sementara waktu fungsikan bandara internasional Oé-Cusse Ambeno “Rota do Sândalo” dan bandara Suai-Covalima, Kay Rala Xanana Gusmão.

Koordinator Advokasi FONGTIL, Ivo Colimau Lay, menyampaikan hal ini berhubungan dengan rencana pemerintah untuk memindahkan warga dari empat  kampung di desa Madohi, Post Administrasi Dom Aleixo, Kotamadya Dili, untuk konstruksi Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato pada 2022.

Berita terkait : Konstruksi Bandara Nicolau Lobato, pemerintah dan masyarakat Madohi lakukan dialog

“Saya lihat rencana pemerintah untuk konstruksi bandara Nicolau Lobato memang harus dilakukan. Ini untuk kepentingan Negara, namun selama Covid-19, sebaiknya sementara waktu gunakan bandara internasional    Oé-Cusse dan Suai.  Kedua bandara itu bisa jadi alternatif sementara,” katanya dalam dialog yang dilakukan pemerintah dan masyarakat di Kantor Desa Madohi, Komoro, Dili, senin.

Ia menambahkan, walaupun pemerintah siap untuk memberikan ganti rugi pada masyarakat dari empat kampung yang mengalami dampak dari konstruksi bandara itu, namun pandemi ini akan menyulitkan mereka   mencari tempat tinggal baru.

Ivo menjelaskan, pemerintah harus memikirkan rencana yang lebih baik agar setiap pembangunan yang dilakukan tidak mengorbankan masyarakatnya. Apalagi selama masa pandemi yang masih berlansung.

“Kita harus memastikan agar masyarakat kita tidak menjadi lebih sulit dalam situasi pandemi Covid-19. Sebaiknya sementara waktu gunakan dua bandara yang ada di Oé-Cusse dan Suai,” ungkapnya.

Bandar Udara Internasional Oé-Cusse Rota Da Sândalo adalah salah satu bandara   yang berada di enklave Timor- Leste. Bandara ini dibangun kembali pada 2015 dan diresmikan oleh Presiden Timor-Leste, Francisco Guterres pada 18 Juni 2019 untuk melayani rute domestik dan internasional.

Bandara Oecusse dibangun pada Maret 2015 dan proyeknya dikerjakan oleh perusahaan Indonesia, PT Wijaya Karya dengan nilai awal US$79,8 juta, direvisi pada juni 2016 menjadi US$119,9 juta.

Sementara itu, bandara Suai   dikenal dengan nama  Panglima FALINTIL Kay Rala Xanana Gusmão, dibangun pada 2014. Ini merupakan bagian dari proyek Tasi Mane yang lebih luas, untuk mengembangkan seluruh pantai selatan negara ini.

Proyek ini mencakup pembangunan Suai Support Base -, area logistik, perumahan dan industri – kilang Betano, unit pemrosesan Liquefied Natural Gas (LNG), pelabuhan, jalan raya Suai-Beaçu dan pipa gas ke ladang Greater Sunrise di Laut Timor.

Dalam penyusunan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2016, Pemerintah memperbarui total biaya proyek menjadi US$93,7 juta.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!