iklan

LSM, METRO

Kurangi resiko bencana, Mercy Corps dan SEPS tandatangani MoU  

Kurangi resiko bencana, Mercy Corps dan SEPS tandatangani MoU  

Sekretaris Negara untuk Perlindungan Sipil, Joaquim Gusmão menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Country Director Mercy Corps, Jules Keane di Suai Room Timor-Plaza, rabu (14/07). Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 14 juli 2021 (TATOLI) – Organisasi  Mercy Corps dan Sekretaris Negara urusan Perlindungan Sipil (SEPS) menandatangani nota kesepahaman (MoU)  untuk bekerjasama dalam mengurangi resiko bencana alam.

Acara penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Suai Room Timor Plaza, Dili,  rabu ini.

Sekretaris Negara untuk Perlindungan Sipil, Joaquim Gusmão mengatakan, pihaknya bersyukur  karena penandatanganan ini merupakan komitmen jangka panjang Mercy Corps membantu pemerintah Timor-Leste (TL)  dalam  mengurangi risiko bencana alam di Dili dan  Kotamadya lainnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, kesepakatan ini untuk memastikan pelaksanaan program dengan memberikan lebih banyak informasi mengenai perubahan iklim dan risiko bencana alam untuk disebar luaskan kepada semua warga yang tinggal di sebagian besar wilayah berisiko bencana alam.

Sementara itu, Country Director Mercy Corps, Jules Keane  mengatakan kerjasama ini untuk mengurangi resiko bencana alam  dan memberi dukungan untuk memenuhi kebutuhan darurat bencana bagi masyarakat yang terkena dampak.

“Kerjasama ini sangat baik. Mercy Corps   bekerja dengan SEPS terapkan pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat dan sebagian besar  dilakukan di Kotamadya Dili, Ainaro, Ermera dan Covalima. Tujuannya adalah untuk menciptakan masyarakat yang siap akan bencana,” jelas Jules Keane.

Menurutnya, Mercy Corps konsisten bermitra dengan SEPS   untuk tanggap bencana, dan bekerja bersama memberikan dukungan untuk memenuhi kebutuhan darurat bencana bagi masyarakat yang terkena dampak.

“Manajemen risiko bencana adalah salah satu pilar mendasar dari strategi Mercy Corps TL. Kami berkomitmen untuk terus bermitra dengan SEPS terapkan intervensi manajemen risiko yang komprehensif,” ujarnya.

Dia menambahkan, hal   paling penting adalah tingkat kesadaran masyarakat dan lebih komprehensif untuk memitigasi risiko bencana alam, terutama dampak perubahan iklim,  meningkatkan frekuensi dan tingkat keparahan terjadinya cuaca ekstrim.

Reporter  : Cidalia Fátima

Editor       : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!