DILI, 13 Juli 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste (TL) dan Angola sepakat memperkuat kerja sama di bidang inovasi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan hak kekayaan intelektual melalui pertemuan bilateral yang berlangsung di sela-sela Sidang ke-68 Majelis Negara Anggota Organisasi Hak Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) di Jenewa, Swiss.
Pertemuan tersebut mempertemukan Menteri Perdagangan dan Industri Timor-Leste, Nino Pereira, dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, Teknologi, dan Inovasi Angola, Albano Vicente Lopes Ferreira.
Dalam pertemuan itu, kedua delegasi menegaskan kembali hubungan sejarah, budaya, dan bahasa yang telah lama terjalin antara Timor-Leste dan Angola sebagai sesama anggota Komunitas Negara-negara Berbahasa Portugis (CPLP), sekaligus memperkuat kerja sama Selatan-Selatan.
Menteri Nino Pereira mengatakan Timor-Leste semakin memprioritaskan penguatan sistem nasional hak kekayaan intelektual sebagai instrumen penting untuk mendorong inovasi, kewirausahaan, serta diversifikasi ekonomi nasional.
“Peran strategis WIPO dan CPLP dalam memperkuat kapasitas kelembagaan negara-negara berkembang, khususnya dalam pengembangan sistem hak kekayaan intelektual,” sebut Menteri Nino dalam siaran pers resmi yang diakses TATOLI.
Pertemuan bilateral yang berlangsung di sela-sela Sidang ke-68 Majelis Negara Anggota WIPO) di Jenewa, Swiss, pada 07 Juli lalu, itu kedua negara membahas berbagai peluang kerja sama di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, termasuk mempererat hubungan antara universitas, pusat penelitian, serta lembaga inovasi di kedua negara. Selain itu, kedua pihak juga menjajaki program pelatihan bagi wirausahawan muda dan calon pemeriksa hak kekayaan intelektual, serta pertukaran akademik dan ilmiah.
Timor-Leste dan Angola sepakat mengeksplorasi berbagai program peningkatan kapasitas bersama dengan dukungan WIPO dan CPLP.
Dalam pertemuan tersebut, kedua delegasi juga menyoroti pentingnya dukungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta perusahaan rintisan (startup) sebagai penggerak inovasi dan pertumbuhan ekonomi. Keduanya saling berbagi pengalaman mengenai kebijakan yang diterapkan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan berbasis inovasi.
Selain itu, kedua menteri membahas perlindungan terhadap pengetahuan tradisional, ekspresi budaya tradisional, dan sumber daya genetik yang dinilai memiliki nilai penting bagi masyarakat lokal. Timor-Leste dan Angola menyatakan komitmen untuk menjajaki kerja sama dalam melindungi serta meningkatkan nilai aset-aset tersebut agar manfaatnya dapat dinikmati secara adil oleh masyarakat.
Di tingkat multilateral, kedua negara menegaskan komitmen untuk terus mengoordinasikan posisi dan mendukung berbagai inisiatif bersama di WIPO maupun forum internasional lainnya melalui CPLP. Mereka juga menekankan pentingnya sistem hak kekayaan intelektual global yang mampu menjawab kebutuhan negara-negara berkembang dan negara kurang berkembang.
Pertemuan ditutup dengan kesepakatan untuk menindaklanjuti berbagai hasil pembahasan melalui jalur diplomatik. Menteri Nino Pereira kembali menegaskan komitmen Timor-Leste untuk mempererat kerja sama bilateral dengan Angola guna mendukung pembangunan berkelanjutan di kedua negara.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




