DILI, 27 Juni 2026 (TATOLI) – Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, mengimbau para penerima Beasiswa Reformasi Sektor Peradilan di Portugal agar memanfaatkan kesempatan belajar yang diberikan pemerintah dengan penuh kesungguhan, disiplin, dedikasi, dan tanggung jawab demi memperkuat sektor peradilan Timor-Leste di masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Xanana dalam pertemuan bersama para penerima beasiswa di Lisbon, Kamis (25/06). Kegiatan itu diselenggarakan oleh Koordinator Kelompok Kerja Reformasi Peradilan, Lúcia Lobato, bersama Vanessa Sereno yang selama ini mendampingi dan memantau perkembangan studi para mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut, PM Xanana menyampaikan harapan besarnya kepada generasi muda Timor-Leste agar menyelesaikan pendidikan mereka dengan baik, kemudian kembali ke tanah air untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa, memperkuat kelembagaan negara, serta mendorong kemajuan nasional.
“Kalian memiliki kesempatan yang tidak dimiliki semua orang. Oleh karena itu, manfaatkan waktu ini untuk belajar dengan serius, disiplin, dan bertanggung jawab. Timor-Leste membutuhkan sumber daya manusia yang cerdas, profesional, dan berintegritas untuk memperkuat lembaga-lembaga negara, khususnya sektor peradilan, serta mengokohkan supremasi hukum,” tegas Xanana.
Sementara itu, Menteri Kehakiman, Sérgio da Costa Hornai, menjelaskan bahwa sebelum memulai perkuliahan di Portugal, para penerima beasiswa terlebih dahulu mengikuti program persiapan yang dirancang pemerintah.
Melalui program tersebut, mahasiswa memperoleh pembekalan berupa penguatan kemampuan bahasa Portugis, pengelolaan dokumen, serta pengetahuan dasar lainnya agar lebih siap beradaptasi dengan sistem pendidikan tinggi di Portugal.
Menurut Sérgio Hornai, program persiapan tersebut sangat penting karena sebagian besar mahasiswa berasal dari Timor-Leste dan membutuhkan kemampuan akademik serta bahasa yang memadai untuk mengikuti pendidikan hukum di sejumlah perguruan tinggi ternama di Portugal, seperti Universitas Coimbra, Universitas Katolik Portugal, dan Universitas NOVA Lisbon.
“Program persiapan ini telah menunjukkan hasil yang positif. Para mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis di bidang hukum, tetapi juga mengembangkan kemampuan praktis yang akan memudahkan mereka melanjutkan pendidikan di Pusat Pelatihan Hukum dan Peradilan (CFJJ) setelah lulus,” ujarnya.
Ia menambahkan, perkembangan para mahasiswa hingga saat ini dinilai sangat baik berkat pendampingan dan pemantauan intensif yang dilakukan oleh tim Reformasi Sektor Peradilan.
Pemerintah berharap, selama masa pemerintahan saat ini, Timor-Leste mampu melahirkan lebih banyak lulusan sarjana hukum yang memiliki kompetensi tinggi, penguasaan teori yang kuat, serta kemampuan praktis untuk mendukung penguatan sistem peradilan nasional.
Pada kesempatan yang sama, para penerima beasiswa menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Timor-Leste atas kesempatan yang diberikan untuk melanjutkan pendidikan di Portugal. Mereka menilai program tersebut sebagai investasi strategis dalam pengembangan sumber daya manusia dan penguatan sektor peradilan di Timor-Leste.
Para mahasiswa juga menegaskan komitmen untuk menyelesaikan studi dengan hasil terbaik dan kembali ke Timor-Leste guna mengabdikan ilmu serta pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan.
Selain itu, mereka menyampaikan penghargaan kepada Lúcia Lobato atas kepemimpinan program tersebut, serta kepada Vanessa Sereno yang secara aktif mendampingi dan memantau perkembangan akademik para mahasiswa selama berada di Portugal.
Mereka berharap model pendampingan serupa dapat diperluas kepada seluruh mahasiswa Timor-Leste yang sedang menempuh pendidikan di Portugal.
Dalam pertemuan tersebut, sebanyak 33 penerima beasiswa hadir mewakili mahasiswa lainnya yang sedang mengikuti ujian akhir. Saat ini, Program Beasiswa Reformasi Sektor Peradilan mendukung 98 mahasiswa Timor-Leste yang belajar di berbagai universitas di Portugal. Jumlah tersebut akan bertambah dengan 50 penerima beasiswa baru pada September 2026.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




