DILI, 24 Mei 2026 (TATOLI) — Paus Paus Leo XIV menyetujui promulgasi enam dekret dari Dikasteri untuk Penganugerahan Gelar Orang Kudus yang membuka jalan bagi beatifikasi Patriark Maronit Lebanon, Elias Hoyek, serta 80 martir korban Perang Saudara Spanyol.
Keputusan tersebut diumumkan setelah audiensi Paus dengan Prefek Dikasteri untuk Penganugerahan Gelar Orang Kudus, Kardinal Marcello Semeraro, di Vatikan.
Selain menyetujui beatifikasi, dalam Laman Vatikan News disebutkan bahwa, Vatikan juga mengakui kebajikan heroik empat tokoh Gereja lainnya, termasuk misionaris Salesian di India, Pastor Costantino Vendrame, serta biarawan muda asal Kamerun, Bruder Jean-Thierry dari Kanak-kanak Yesus dan Sengsara Kristus.
Kelompok 80 martir yang akan dibeatifikasi terdiri dari 67 imam, tiga biarawan Karmelit, tiga seminaris, dan tujuh umat awam yang dibunuh dalam penganiayaan anti-Katolik selama Perang Saudara Spanyol pada 1930-an. Banyak di antara mereka dieksekusi karena mempertahankan iman Katolik di tengah konflik politik dan kekerasan bersenjata.
Salah satu tokoh yang menonjol dalam kelompok tersebut adalah Pastor Francisco Gonzáles de Córdova, pastor Paroki Santa María del Puerto di Santoña, Spanyol. Ia tetap melayani umat secara diam-diam meski dilarang merayakan misa dan akhirnya dipenjara di kapal yang dijadikan penjara terapung. Sebelum dieksekusi, ia meminta agar ditembak terakhir untuk dapat memberikan absolusi dan doa kepada rekan-rekannya.
Sementara itu, Patriark Elias Hoyek dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah modern Lebanon dan sering dijuluki “Bapak Lebanon Raya”. Ia memimpin Gereja Maronit sejak 1899 hingga 1931 dan memainkan peran besar dalam perjuangan kemerdekaan Lebanon dari Kekaisaran Ottoman.
Vatikan mengakui mukjizat yang membuka jalan bagi beatifikasi Hoyek terkait kesembuhan seorang perwira Druze Lebanon bernama Nayef Abou Assi pada 1965. Menurut laporan Gereja, perwira tersebut sembuh total dari penyakit tulang belakang kronis setelah bermimpi tentang Patriark Hoyek.
Selama Perang Dunia I, Hoyek juga dikenal membuka biara dan convent bagi warga miskin dan pengungsi tanpa memandang agama. Ia mendirikan Kongregasi Suster Maronit Keluarga Kudus dan aktif memperkuat pendidikan serta karya pastoral Gereja Maronit di Lebanon maupun luar negeri.
Keputusan beatifikasi ini menambah daftar panjang pengakuan Gereja Katolik terhadap para korban penganiayaan iman selama Perang Saudara Spanyol, yang hingga kini masih menjadi bagian sensitif dalam sejarah Spanyol modern.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




