DILI, 20 Mei 2026 (TATOLI) — Presiden Republik, José Ramos-Horta, menegaskan bahwa Timor-Leste saat ini telah berkembang menjadi negara yang jauh berbeda dibandingkan masa awal restorasi kemerdekaan pada 2002 maupun saat proklamasi kemerdekaan pada 1975.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Ramos-Horta dalam pidatonya pada peringatan ke-24 HUT Restorasi Kemerdekaan Timor-Leste, Selasa (20/05), di Tasitolu, Dili.
Dalam pidatonya, Kepala Negara mengatakan bahwa Timor-Leste kini memiliki lembaga-lembaga negara yang semakin mapan, pembangunan infrastruktur yang terus berkembang, serta generasi muda yang lebih berkualitas dan semakin terhubung dengan dunia internasional.
“Timor-Leste saat ini, tanpa diragukan lagi, adalah Negara yang berbeda dari yang kita temukan pada awal abad ini,” ujar Ramos-Horta.
Presiden Republik juga menyoroti kondisi Timor-Leste yang tetap damai dan stabil di tengah situasi global yang diwarnai perang, krisis energi, krisis pangan, tantangan ekonomi dan keuangan, serta meningkatnya bencana alam.
Menurutnya, Timor-Leste berhasil mempertahankan demokrasi, kebebasan, dan penghormatan terhadap hak-hak dasar masyarakat. Ia menambahkan bahwa negara ini juga berada pada posisi yang baik dalam berbagai indeks internasional terkait demokrasi dan kebebasan pers.
Ramos-Horta mengatakan bahwa Timor-Leste merupakan negara yang hidup tanpa ketegangan etnis maupun agama, dengan tingkat kejahatan terorganisir dan kekerasan yang relatif rendah dibandingkan negara-negara lain.
Selain itu, Presiden Ramos-Horta menilai posisi Timor-Leste di dunia internasional semakin kuat melalui hubungan dengan negara-negara sahabat dan keterlibatan aktif di berbagai organisasi internasional seperti Komunitas Negara-negara Berbahasa Portugis (CPLP), ASEAN, Forum Kepulauan Pasifik, Grup g7+, dan sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dalam proses penguatan hubungan eksternal tersebut, Ramos-Horta menyebut keanggotaan Timor-Leste di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan ASEAN sebagai tonggak diplomatik penting yang menentukan posisi negara di kawasan maupun dunia internasional.
Ia juga menegaskan bahwa Timor-Leste akan memegang Presidensi ASEAN pada 2029, yang menurutnya menjadi tantangan besar sekaligus peluang strategis yang sebelumnya sulit dibayangkan.
Meski demikian, Presiden Republik menekankan bahwa seluruh transformasi tersebut hanya akan bermakna apabila tercermin langsung dalam kehidupan masyarakat, termasuk melalui peningkatan kesejahteraan keluarga, akses layanan kesehatan, kualitas pendidikan, dan kesempatan bagi generasi muda.
“Semua transformasi ini hanya benar-benar bermakna ketika tercermin dalam kehidupan nyata masyarakat,” katanya.
Ramos-Horta juga menyoroti pentingnya transisi menuju ekonomi yang lebih produktif, terdiversifikasi, dan terintegrasi secara regional. Menurutnya, Timor-Leste saat ini telah memiliki fondasi kelembagaan yang solid dan peluang strategis besar melalui integrasi regional serta potensi sumber daya alam yang dimiliki.
Namun demikian, ia mengakui bahwa tantangan utama tetap terletak pada kemampuan negara mengubah potensi tersebut menjadi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, penciptaan lapangan kerja terampil, dan ketahanan ekonomi nasional.
Dalam kesempatan itu, Presiden Republik kembali mengingatkan komitmennya sejak pidato pelantikan pada 19 Mei 2022 untuk memperkuat supremasi hukum, memperkokoh lembaga demokrasi, dan menjawab aspirasi rakyat terhadap pembangunan, kebebasan, dan kemakmuran.
Menurutnya, Timor-Leste perlu terus melangkah maju dengan mengakui capaian yang telah diraih sekaligus menyadari tantangan struktural yang masih ada.
Ramos-Horta turut mengajak seluruh rakyat Timor-Leste, baik di dalam negeri maupun di diaspora, untuk bersama membangun negara yang lebih modern, kuat, produktif, inovatif, hijau, inklusif, dan berkeadilan.
“Timor-Leste bukan hanya negara yang telah mengatasi tantangan sejarah. Ini adalah Bangsa yang terus, setiap hari, membangun masa depannya dengan keberanian, martabat dan harapan bersama,” tutup Ramos-Horta.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




