iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Iran resmi buka Selat Hormuz usai gencatan senjata Israel-Lebanon

Iran resmi buka Selat Hormuz usai gencatan senjata Israel-Lebanon

Kapal-kapal kargo dan tanker yang berlayar di Selat Hormuz, saat difoto dari kota pesisir Fujairah, Uni Emirat Arab, 25 Februari 2026. Foto AFP

DILI, 18 April 2026 (TATOLI)— Iran membuka kembali Selat Hormuz pada hari Jumat (17/04) waktu setempat menyusul kesepakatan gencatan senjata  antara Israel dan Lebanon, serta meningkatkan optimisme tentang perundingan perdamaian kedua antara AS dan Iran. Tetapi Teheran memperingatkan bahwa mereka dapat menutup kembali Selat Hormuz jika blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan Iran baru-baru ini berlanjut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengunggah di media sosial X bahwa jalur air penting tersebut, yang dilalui sekitar 20% minyak dunia, kini sepenuhnya terbuka untuk kapal komersial, seiring dengan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon yang tampaknya berhasil.

Abbas Araghchi mengatakan kapal-kapal akan menggunakan rute yang ditentukan oleh Republik Islam Iran bekerja sama dengan otoritas Iran, yang menunjukkan bahwa Iran berencana untuk mempertahankan kendali atas selat tersebut. Tidak jelas apakah kapal-kapal harus membayar tol.

Sebuah perusahaan data, Kpler, mengatakan pergerakan melalui selat tersebut tetap terbatas pada koridor yang memerlukan persetujuan Iran.

Berita terkait : Israel dan Lebanon sepakat 10 hari gencatan senjata

Merespons hal tersebut, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengucapkan terima kasih dan menyambut baik langkah Iran tersebut.

Trump di media Truth Socialnya awalnya merayakan pengumuman Iran tersebut, dengan mengatakan, bahwa selat itu “sepenuhnya terbuka dan siap untuk dilewati sepenuhnya.” Namun beberapa menit kemudian, ia mengeluarkan unggahan lain yang mengatakan bahwa blokade Angkatan Laut AS akan berlanjut “HINGGA TRANSAKSI KITA DENGAN IRAN SELESAI 100%.”,” tulisnya di media Truth Socialnya.

“Proses ini seharusnya berjalan sangat cepat karena sebagian besar poin sudah dinegosiasikan. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini,” sambungnya.

Trump juga mengisyaratkan bahwa putaran kedua pembicaraan dapat terjadi akhir pekan ini. “Pihak Iran ingin bertemu,” katanya dalam wawancara telepon singkat dengan media berita Axios. “Mereka ingin membuat kesepakatan. Saya pikir pertemuan mungkin akan berlangsung selama akhir pekan.”

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon.

Gencatan senjata mulai berlaku Jumat dini hari waktu setempat, setelah sekitar enam minggu pertempuran antara Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah di Lebanon selatan.

Ditempat lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa negaranya menyetujui gencatan senjata untuk “memajukan” upaya perdamaian. Meski demikian ia menegaskan pasukan Israel tetap tidak akan mundur dari wilayah yang telah dikuasai. “Itulah posisi kami saat ini, dan kami tidak akan pergi,” katanya, seperti dikutip Associated Press (AP).

Secara terpisah, seorang pejabat senior Iran mengatakan bahwa Iran berharap kesepakatan awal dapat tercapai dalam beberapa hari mendatang yang dapat memperpanjang gencatan senjata yang akan berakhir minggu depan. Hal itu dapat memberi lebih banyak waktu untuk negosiasi tentang pencabutan sanksi terhadap Iran dan pengamanan kompensasi atas kerusakan perang.

TATOLI kutip dari Reuters, Associated Press , CNN

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!