iklan

POLITIK

Dubes Korsel berkomitmen perkuat hubungan bilateral dengan Timor-Leste  

Dubes Korsel berkomitmen perkuat hubungan bilateral dengan Timor-Leste   

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Korea untuk Timor-Leste, Chang Hayeon bertemu Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão di kantor pemerintah, Dili, Selasa (24/3). Foto GPM

DILI, 24 Maret 2026 (TATOLI) — Duta Besar Korea untuk Timor-Leste, Chang Hayeong, mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão, untuk memperkenalkan diri setelah menerima penugasan menjalankan misi diplomatik di Timor-Leste.

Duta Besar Korea di Timor-Leste, Chang Hayeong, dalam pertemuan berkomitmen untuk semakin memperkuat hubungan bilateral antara Korea dan Timor-Leste.

“Dalam pertemuan kami dengan Kepala Pemerintah Timor-Leste, kami menyampaikan perkembangan hubungan antara Pemerintah Korea dan Timor-Leste sejauh ini. Selama masa tugas saya tiga tahun di sini, saya akan bekerja keras untuk semakin memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara ini,” ujar Duta Besar Korea tersebut kepada para jurnalis di Kantor Pemerintah, Selasa ini.

Ia menambahkan, pesan dari Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão adalah agar kedua pihak terus bertemu selama tiga tahun ke depan serta membahas bentuk dukungan Pemerintah Korea terhadap kebutuhan Pemerintah Timor-Leste.

“Saya belum bisa menyampaikan secara rinci bidang apa yang menjadi prioritas dukungan Pemerintah Korea, karena ini merupakan pertemuan pertama saya dengan Perdana Menteri. Hal-hal yang lebih detail belum kami diskusikan, namun akan dibahas pada kesempatan berikutnya mengingat masa tugas saya di sini masih panjang,” katanya.

Mantan Sekretaris Eksekutif CPLP, Zacarias Albano da Costa, bertemu Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão di Kantor Pemerintah, Dili. Foto GPM

Mantan Sekretaris Eksekutif CPLP Bertemu PM Xanana

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, mantan Sekretaris Eksekutif CPLP, Zacarias Albano da Costa, bertemu Perdana Menteri Xanana. Dalam pertemuan itu, mantan  mantan Sekretaris Eksekutif menyampaikan bahwa itu  merupakan pertemuan non-formal yang tidak secara khusus membahas situasi sosial, melainkan bertukar pandangan mengenai kondisi terkini di bidang politik, ekonomi, hubungan eksternal dan internal, ASEAN, serta isu-isu terkait CPLP.

“Anda mengetahui bahwa keterlibatan saya di negara ini selalu untuk mendukung aspek politik dan diplomasi yang kuat. Namun saat ini saya sedang beristirahat setelah menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif CPLP selama empat tahun. Sekarang saya sebagai warga sipil tanpa jabatan, tetapi saya tetap siap membantu jika Pemerintah membutuhkan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa setelah menyelesaikan masa jabatannya, ia melihat adanya perbedaan antara situasi sebelumnya dan saat ini. Menurutnya, sebelumnya Timor-Leste tidak menghadapi masalah dengan negara-negara anggota CPLP lainnya, termasuk Guinea-Bissau. Namun, menjadi suatu kehormatan bagi Timor-Leste untuk memegang kepemimpinan CPLP, yang juga membawa tantangan tersendiri sehingga diperlukan upaya kerja keras untuk menyelesaikan berbagai persoalan dalam organisasi tersebut.

“Karena itu, dalam pertemuan ini Perdana Menteri juga menyampaikan pesan kepada saya, meskipun saat ini saya sudah menjadi warga sipil,” paparnya.

Reporter : Alexandra da Costa (Penerjemah: Cidalia Fátima)

Editor   :  Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!