DILI, 03 Oktober 2025 (TATOLI) – Sebanyak 11 pegawai Parlemen Nasional (PN) menerima Sertifikat III Administrasi Publik Umum melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sebagai pengakuan atas pengalaman profesional para pegawai yang memiliki pengalaman kerja signifikan meskipun tingkat pendidikan formal terbatas.
Program RPL ini melibatkan serangkaian penilaian selama lima bulan, mulai dari pendaftaran, penilaian diri, wawancara, kunjungan langsung, hingga observasi pekerjaan sehari-hari para kandidat. Setiap peserta juga menyerahkan dokumen pendukung seperti CV dan sertifikat.
Rektor DIT (Dili Institute of Technology), Salustiano dos Reis Piedade, menekankan pentingnya program RPL dan berterimakasih pada pemerintah melalui INDMO yang mengakreditasi DIT sebagai satu-satunya instansi yang menyediakan program RPL.
“Program RPL merupakan langkah penting untuk memberikan pengakuan atas pengalaman profesional, memperkuat kapasitas, dan mengembangkan manajemen sumber daya manusia di institusi. Fungsi RPL adalah untuk memberikan pengakuan kepada mereka yang meski tidak memiliki pendidikan formal tinggi, keterampilan mereka telah berkontribusi. Ini pertama kalinya kami melakukan hal ini di Timor-Leste dan DIT diakui sebagai pusat evaluasi RPL,” ujar Rektor DIT di Hotel Timor, Jumat ini.
Ia menambahkan sebagai bukti komitmen DIT untuk kerjasama dengan Parlamen Nasional tetap berlanjut dengan menawarkan tiga beasiswa kuota bagi para pegawai di tahun 2026.
Sementara itu, Direktur Eksekutif INDMO, Isabel Fernandes de Lima, menyatakan apresiasinya atas kerja sama dengan Parlemen Nasional.
“Sebagai badan regulasi, kami dapat mulai melihat kebutuhan pelatihan bagi para pejabat dan mengakui kemampuan mereka. Terima kasih kepada DIT yang telah mempersiapkan tempat dan bekerja sama untuk melakukan pelatihan Administrasi Publik Umum,” kata Isabel.
Dilain pihak, Ketua Parlemen Nasional, Fernanda Lay, memberikan penghargaan atas kinerja para pegawai yang telah mengikuti program RPL.
“Kinerja ke-11 orang di sini telah menunjukkan bahwa meskipun mereka tidak memiliki gelar akademik, mereka layak menerima sertifikasi. Saya berharap ini menjadi langkah awal penerapan di kementerian lain,” ujarnya.
Sertifikat III Administrasi Publik Umum yang diterima para pegawai ini setara dengan Diploma II dan mempersiapkan mereka untuk menjalankan tugas-tugas administratif di sektor publik.
Hal ini termasuk mendukung pekerjaan manajer, menangani rutinitas administratif, berkomunikasi dengan publik, mengelola dokumentasi, serta berpartisipasi dalam manajemen sumber daya manusia dan keuangan di bawah supervisi.
Total 11 pegawai yang tersertifikasi diharapkan dapat meningkatkan dedikasi dan kinerja mereka, sekaligus menjadi contoh bagi pengembangan kapasitas sumber daya manusia di sektor publik Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




