DILI, 27 Agustus 2025 (TATOLI)— Badan Kerja Sama Internasional Korea (KOICA) bersama Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) resmi menandatangani Perjanjian Hibah senilai $6 juta untuk mendukung program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Timor-Leste.
Program ini telah berlangsung dari tahun 2024 dana akan selesai pada 2027 dan ditargetkan menjangkau lebih dari 3.000 anak usia 3 – 5 tahun di wilayah Baucau dan Bobonaro.
Upacara penandatanganan berlangsung di kantor KOICA Timor-Leste, antara Country Director KOICA, Youn Hwa Kang dan Perwakilan UNICEF Timor-Leste, Patrizia DiGiovanni serta dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Pra-sekolah Kementerian Pendidikan, Apolinario Serpa Rosa, dan Direktur Nasional Mobilisasi dan Manajemen Sumber Daya Eksternal Kementerian Keuangan, Elson Martinho da Costa.
Dalam sambutannya, Youn Hwa Kang menegaskan bahwa kemitraan ini mencerminkan komitmen KOICA untuk mendukung masa depan anak-anak Timor-Leste.
“Perjanjian ini tidak hanya menegaskan kembali dukungan KOICA kepada UNICEF, tetapi juga membangun fondasi yang kuat bagi kolaborasi yang efektif dalam memajukan pendidikan anak usia dini. Melalui koordinasi dengan Kementerian Pendidikan, desa-desa prioritas di Baucau dan Bobonaro akan diidentifikasi agar semua anak memiliki kesempatan untuk berkembang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kehadiran perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Keuangan menandai komitmen Pemerintah Timor-Leste dalam memastikan program ini sejalan dengan prioritas pembangunan nasional.
Sementara itu, Perwakilan UNICEF Timor-Leste, Patrizia DiGiovanni, menyampaikan rasa hormatnya atas dukungan KOICA dan kolaborasi dengan Pemerintah Timor-Leste.
“Kami merasa terhormat dapat bekerja sama dengan KOICA dan Kementerian Pendidikan dalam menghadirkan pendidikan anak usia dini bagi warga termuda kami. Pendidikan prasekolah yang berkualitas bukan hanya persiapan untuk sekolah, tetapi juga untuk kehidupan,” katanya.
Menurut data Kementerian Pendidikan, angka partisipasi murni (APM) untuk pendidikan dasar di Timor-Leste sudah mencapai hampir universal, yakni 91,7 persen. Namun, partisipasi di tingkat prasekolah masih rendah, hanya 23,5 persen. Hal ini menunjukkan masih banyak anak yang belum memiliki akses pada pendidikan anak usia dini sebagai fondasi penting untuk kesiapan sekolah.
Proyek yang akan berjalan di Baucau dan Bobonaro ini mencakup pembangunan prasekolah negeri dan berbasis masyarakat, peningkatan kapasitas tenaga pengajar prasekolah, serta penguatan sistem pendidikan di tingkat nasional dan kota.
Patrizia menekankan, investasi dalam pendidikan anak usia dini membawa dampak jangka panjang. “Setiap dolar yang dibelanjakan untuk pendidikan anak usia dini memberikan manfaat besar, mulai dari peningkatan produktivitas, pengurangan biaya kesehatan, hingga memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Dengan dukungan ini, kita sedang berinvestasi pada masa depan Timor-Leste,” jelasnya.
Kemitraan KOICA dan UNICEF ini juga sejalan dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 4.2, yakni memastikan semua anak memiliki akses terhadap pendidikan prasekolah yang berkualitas pada tahun 2030.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




