DILI, 30 september 2022 (TATOLI)— Latihan militer tahunan ‘Hari’i Hamutuk 2022’ telah berlangsung sejak 24 agustus hingga 28 september ini. Latihan bersama tersebut diikuti perwakilan pasukan pertahanan dari lima negara.
Latihan ‘Hari’i Hamutuk 2022’ dimulai sejak 2013 dan dirancang untuk meningkatkan teknik serta dukungan kemampuan dan interoperabilitas antara Angkatan Pertahanan Australia (ADF), Angkatan Pertahanan Bersenjata Timor-Leste (F-FDTL) dan pendukung lainnya.
Tahun ini, latihan dipimpin Mayor Michael Cannington dari ADF, bersama Komandan Kedua, Mayor Jose Rodriguez dari F-FDTL.
“Tahun ini latihan militer melibatkan 248 tentara dari lima negara maisng-masing, 145 anggota dari F-FDTL (Timor-Leste), 62 anggota dari Angkatan Pertahanan Australia, 22 anggota (Angkatan Laut Amerika Serikat) dan Korps Marinir Amerika Serikat, 15 anggota (Pasukan darat militer Jepang) dan empat (4) anggota (Angkatan Pertahanan Selandia Baru),” tulis siaran pers yang diakses Tatoli.
Dijelaskan, peserta F-FDTL dari anggota pasukan spesialis teknis dari Unit Pendukung Layanan (UAS), yang diintegrasikan ke dalam beberapa bagian dengan mitra internasional sesuai dengan keahlian khusus mereka.
Prioritas TL untuk kemampuan militer, dan infrastruktur masyarakat serta militer meliputi kegiatannya seperti, pembangunan gedung akomodasi di Pos Perbatasan Alto Lebos, pembangunan sekolah di Baucau, pelatihan konstruksi termasuk pengelasan, pemeliharaan peralatan dan manajemen lokasi konstruksi.
Pelatihan Insinyur Tempur, meliputi pelatihan pemasangan dan pemeliharaan panel surya, pelatihan komunikasi radio, pelatihan kepemimpinan kebugaran, pelatihan pemurnian air, pelatihan pemukulan panel kendaraan, pelatihan logistik dan transportasi, pelatihan katering serta pelatihan medis.
Upacara penutupan latihan diadakan pada 28 september 2022 di Pangkalan Militer Metinaro, dengan pasukan peserta berparade di bagian pelatihan sesuai dengan spesialisasi mereka.
Hadir dalam acara penutupan itu, Duta Besar atau perwakilan dari Kedutaan Besar Australia, Jepang, Selandia Baru dan Amerika Serikat.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




