DILI, 14 Juli 2026 (TATOLI) – Kantor Kepresidenan Republik, Senin ini meluncurkan Penghargaan Hak Asasi Manusia (HAM) Sérgio Vieira de Mello edisi ke-19, yang bertujuan memberikan penghargaan kepada individu dan organisasi yang berprestasi dalam mempromosikan, melindungi, dan menyebarluaskan Hak Asasi Manusia di negara ini.
Peluncuran Penghargaan Hak Asasi Manusia edisi ke-19 itu, mulai dibuka pada 13 Juli hingga 24 Juli 2026 bagi warga negara, lembaga pemerintah, dan organisasi non-pemerintah.
Penghargaan senilai sepuluh ribu dolar AS ini bertujuan untuk mengapresiasi kiprah individu dan entitas yang berkontribusi dalam membela martabat manusia, keadilan, dan hak-hak dasar di Timor-Leste.
Berita terkait : Empat orang – satu organisasi peraih penghargaan HAM – Sérgio Vieira de Mello 2024
Edisi kali ini mencakup dua kategori penghargaan; yaitu kategori pertama berkaitan dengan Hak Sipil dan Politik, yang “diberikan kepada individu atau organisasi yang membela, memajukan, dan meningkatkan kesadaran mengenai hak asasi manusia dalam ranah hak sipil dan politik.
Berdasarkan laman resmi Kepresidenan Republik yang diperoleh Tatoli, disebutkan bahwa kategori kedua mencakup Hak-hak Sosial, Ekonomi, dan Budaya. Penghargaan ini akan diberikan kepada “individu atau organisasi yang terlibat dalam kegiatan untuk membela, memajukan, dan menyebarluaskan hak asasi manusia—khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan, peningkatan pendidikan dan kesehatan, perlindungan lingkungan, serta solidaritas sosial.
Pihak yang berminat dapat mengambil formulir pendaftaran secara langsung di Istana Kepresidenan di Dili, atau menyerahkan dokumen yang diperlukan melalui alamat email yang disediakan oleh organisasi tersebut: sergiovierademelo19@gmail.com.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, pencalonan diri sendiri tidak diperbolehkan, dan setiap pihak yang mengajukan calon hanya dapat mengajukan satu nominasi. Selain itu, para pemenang dari lima edisi penghargaan sebelumnya tidak diperkenankan untuk berkompetisi dalam edisi kali ini.
Penghargaan Hak Asasi Manusia Sérgio Vieira de Mello didirikan pada tahun 2008 untuk menghormati warisan diplomat asal Brasil yang memimpin Pemerintahan Transisi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Timor Timur antara bulan November 1999 hingga Mei 2002, dan yang upaya kemanusiaannya memainkan peran krusial dalam proses pembangunan perdamaian di negara tersebut. Sang diplomat meninggal dunia pada tahun 2003 akibat serangan di Irak.
Tim TATOLI




