iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Sekjen PBB kecam serangan Israel di Beirut  

Sekjen PBB kecam serangan Israel di Beirut   

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres. Foto Reuters

DILI, 16 Juni 2026 (TATOLI) – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, mengecam keras serangan udara Israel di Beirut, Lebanon, yang terjadi di tengah upaya diplomatik Amerika Serikat dan Iran untuk mencapai kesepakatan damai guna mengakhiri konflik yang telah mengguncang kawasan Timur Tengah selama beberapa bulan terakhir.

Dalam pernyataan resminya yang dirilis pada Senin, dalam Portal PBB,  António Guterres menyatakan bahwa serangan tersebut terjadi meskipun gencatan senjata masih berlaku dan ketika Washington serta Teheran berada di ambang kesepakatan yang diharapkan dapat membuka jalan menuju penyelesaian damai konflik.

“Saya dengan tegas mengecam serangan Israel di Beirut hari ini,” kata António Guterres.

Menurut Sekjen PBB, konflik yang terus berlanjut tidak hanya menimbulkan penderitaan kemanusiaan, tetapi juga memberikan dampak besar terhadap perekonomian dunia, terutama setelah terganggunya jalur perdagangan dan energi internasional di kawasan Teluk.

Ia mendesak seluruh pihak untuk menunjukkan pengendalian diri secara maksimal pada momen yang sangat krusial tersebut serta berharap proses negosiasi yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran dapat menghasilkan kesepakatan yang sukses.

Sementara itu dikutip dari BBC News, militer Israel menyatakan serangan yang menargetkan kawasan Dahieh di pinggiran selatan Beirut dilakukan sebagai respons atas peluncuran sasaran udara oleh kelompok Hezbollah ke wilayah utara Israel.

Israel mengklaim serangan tersebut menyasar pusat komando yang digunakan kelompok bersenjata yang didukung Iran itu.

Media pemerintah Lebanon melaporkan sedikitnya tiga orang tewas dan 15 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara tersebut.

Serangan terbaru ini meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik dapat kembali meluas, mengingat Iran telah memperingatkan bahwa tindakan Israel tidak akan dibiarkan tanpa respons.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara Washington dan Teheran semakin dekat, menyayangkan serangan tersebut.

“Serangan itu seharusnya tidak terjadi, terutama pada hari yang penting ketika kita sangat dekat dengan kesepakatan damai dengan Iran,” tulis Trump melalui media sosial.

Trump menambahkan bahwa Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri dari ancaman keamanan, namun menurutnya insiden yang memicu serangan tersebut relatif kecil dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Ia juga menyerukan agar tidak ada lagi serangan dari pihak mana pun, baik dari Israel maupun Hezbollah, demi menjaga peluang tercapainya kesepakatan damai.

Di pihak lain, pejabat Iran menilai serangan Israel menunjukkan bahwa Amerika Serikat belum sepenuhnya memenuhi komitmennya dalam proses negosiasi yang sedang berlangsung.

Kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan tindakan Israel berpotensi mengganggu proses diplomatik yang sedang diupayakan kedua negara.

Seorang pejabat militer senior Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Jafar Assadi, bahkan memperingatkan bahwa serangan tersebut tidak akan “dibiarkan tanpa balasan”.

Konflik saat ini bermula setelah Hezbollah meluncurkan roket ke Israel pada awal Maret sebagai respons terhadap serangan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran. Sejak itu, Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di Lebanon selatan dan berbagai wilayah lainnya.

Meski gencatan senjata telah disepakati pada April lalu, bentrokan sporadis masih terus terjadi dan mengancam upaya diplomatik yang sedang ditempuh untuk mengakhiri konflik.

PBB memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut dapat memperburuk situasi keamanan kawasan serta mengganggu stabilitas ekonomi global yang masih terdampak oleh ketegangan di Timur Tengah.

 Reporter  : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!