MALAYSIA, 16 Juni 2026 (TATOLI) — Presiden Republik, José Ramos-Horta, menghadiri acara peluncuran buku baru tentang Timor-Leste di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Selasa (16/06). Menurut Kepala Negara buku tersebut mengisahkan tentang masa perlawanan Timor-Leste selama penjajahan hingga menuju perdamaian, pembangunan dan stabilitas negara.
Presiden Republik, José Ramos-Horta, mengatakan bahwa selaku Kepala Negara hadir di tempat ini karena menerima undangan khusus dari Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Malaysia untuk berpartisipasi dalam acara peluncuran buku ini.
“Pada peluncuran buku ini, diadakan juga dialog. Buku ini ditulis oleh Kementerian Luar Negeri Malaysia dan dalam buku ini mereka mewawancarai para pemimpin perlawanan Timor-Leste termasuk Maun Bo’ot Xanana (Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão),” kata Kepala Negara kepada wartawan di Kuala Lumpur, Malaysia.
Dikatakan bahwa, buku akan dijadikan sebagai panduan bagi Kementerian Luar Negeri Malaysia untuk dibaca oleh para diplomat mereka sebagai bagian dari pelatihan. Karena buku ini ditulis oleh orang-orang dengan gelar doktor dan ini akan berdampak positif bagi Malaysia.
“Buku ini mengisahkan tentang perjalanan Timor-Leste selama masa perlawanan dan hingga saat ini, khususnya tentang perdamaian dan stabilitas untuk memastikan rekonsiliasi,” jelas peraih Nobel Perdamaian tersebut.
Kepala Negara mengatakan, meskipun di masa lampau selama perlawanan Timor-Leste dengan Indonesia, namun kini kedua negara menjalin hubungan baik. Itu dilakukan untuk mencegah konflik dan mempromosikan perdamaian dan keamanan internasional bagi semua.
“Dalam dialog tersebut, saya berbagi pengalaman tentang realitas Timor-Leste dan realitas positif menurut klasifikasi internasional tentang perdamaian dan keamanan Timor-Leste,” kata Kepala Negara.
Buku berjudul “ The Rising Sun: Timor-Leste’s Journey to Peace and Development” ditulis oleh Nurul Farhah Ab Aziz (Research Officer di Institut Diplomasi dan Hubungan Luar Negeri – IDFR, Kementerian Luar Negeri Malaysia) dan Dr. Murni Wan Mohd Nor (Peneliti Ahli di Institut Diplomasi dan Hubungan Luar Negeri – IDFR Kementerian Luar Negeri Malaysia dan juga sebagai Dosen Senior di Universiti Putra Malaysia – UPM).
Tim TATOLI




