iklan

INTERNASIONAL

Forum Masa Depan ASEAN : Xanana dorong ASEAN perkuat perdamaian dan tata kelola AI

Forum Masa Depan ASEAN : Xanana dorong ASEAN perkuat perdamaian dan tata kelola AI

Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão berpidato di Forum Masa Depan ASEAN 2026 di Hanoi, Vietnam. Foto GPM

DILI, 10 Juni 2026 (TATOLI) – Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, mendorong negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat perdamaian regional serta membangun tata kelola kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang bertanggung jawab demi memastikan teknologi tetap melayani kepentingan manusia.

Seruan tersebut disampaikan Xanana saat berpidato pada Forum Masa Depan ASEAN 2026 yang mengusung tema “Building Our Future Together: Peace, Prosperity and People-Centred Development” atau “Membangun Masa Depan Bersama: Perdamaian, Kemakmuran, dan Pembangunan yang Berpusat pada Manusia”, di Hanoi, Vietnam, Selasa (09/06).

Dalam siaran pers resmi Pemerintah yang diakses Tatoli, disebutkan bahwa dalam pidato, PM  Xanana menegaskan bahwa ASEAN saat ini menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari konflik, intoleransi, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik. Namun, menurutnya, ASEAN tetap menjadi contoh penting bagi dunia dalam mempromosikan dialog dan kerja sama regional.

“Kita bertemu pada saat dunia dipenuhi ketidakpastian global. Dunia menghadapi konflik yang meningkat, intoleransi, dan ketegangan geopolitik, tetapi ASEAN terus menjadi contoh penting bagi dialog dan kerja sama regional,” ujar Xanana.

Menurutnya, Forum Masa Depan ASEAN menjadi wadah strategis bagi para pemimpin politik, akademisi, generasi muda, dan mitra pembangunan untuk bersama-sama merumuskan arah masa depan kawasan. Ia menekankan bahwa perdamaian harus tetap menjadi fondasi utama bagi stabilitas, kerja sama, dan pembangunan berkelanjutan di Asia Tenggara.

Selain isu perdamaian, Xanana juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan. Ia mengingatkan bahwa meskipun AI menawarkan manfaat besar bagi pembangunan ekonomi dan sosial, teknologi tersebut juga membawa risiko yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat apabila tidak diatur dengan baik.

“ASEAN tidak boleh bersikap pasif menghadapi transformasi ini. Kita harus membentuk masa depan kita sendiri dan membangun kerangka regional untuk tata kelola digital yang melindungi masyarakat serta memastikan teknologi melayani martabat manusia,” tegasnya.

Foto bersama disela-sela di Forum Masa Depan ASEAN 2026 di Hanoi, Vietnam. Foto GPM

Xanana juga mengajak para pemimpin ASEAN untuk memastikan bahwa perkembangan AI digunakan demi kepentingan bersama dan bukan hanya menguntungkan kelompok atau negara tertentu.

Ia memperingatkan bahwa konsentrasi teknologi pada sejumlah kecil perusahaan dan negara dapat memperlebar kesenjangan sosial, mempercepat penyebaran informasi yang menyesatkan, serta mengurangi kepercayaan publik.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya ASEAN terus mempertahankan prinsip-prinsip dasar organisasi, termasuk penghormatan terhadap kedaulatan negara, pengambilan keputusan melalui konsensus, penyelesaian sengketa secara damai, dan penghormatan terhadap hukum internasional.

Sebagai anggota penuh terbaru ASEAN, Timor-Leste, kata Xanana, merasa terhormat menjadi bagian dari komunitas regional tersebut dan siap belajar dari pengalaman negara-negara anggota lainnya. Ia menegaskan komitmen Timor-Leste untuk berkontribusi aktif dalam membangun Asia Tenggara yang damai, inklusif, dan sejahtera.

Pada kesempatan yang sama, Xanana turut menyampaikan solidaritas kepada Pemerintah dan rakyat Filipina yang terdampak gempa bumi kuat yang terjadi pada Senin (8/6).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, menyatakan keyakinannya bahwa Forum Masa Depan ASEAN 2026 akan menghasilkan berbagai gagasan inovatif dan langkah konkret untuk memperkuat ASEAN sebagai komunitas yang tangguh, dinamis, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Forum tersebut dihadiri oleh para kepala pemerintahan, pembuat kebijakan, akademisi, perwakilan pemuda, dan mitra pembangunan dari kawasan maupun komunitas internasional. Turut hadir Perdana Menteri Vietnam, Perdana Menteri Kamboja, Perdana Menteri Laos, Perdana Menteri Thailand, serta Sekretaris Jenderal ASEAN.

Partisipasi Xanana dalam forum tersebut didampingi sejumlah anggota Pemerintah Timor-Leste, termasuk para Wakil Perdana Menteri, menteri, wakil menteri, sekretaris negara, duta besar, dan perwakilan Parlemen Nasional.

Untuk diketahui bahwa, Forum Masa Depan ASEAN atau ASEAN Future Forum (AFF) adalah sebuah forum dialog internasional yang mempertemukan para pemimpin negara, pembuat kebijakan, akademisi, pemuda, dan berbagai pihak terkait untuk berdiskusi tentang masa depan ASEAN.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!