iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Timor – Leste ingin jadi contoh baru Ekonomi Biru di Asia Tenggara

Timor – Leste ingin jadi contoh baru Ekonomi Biru di Asia Tenggara

Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, berpidato pada pertemuan Timor-Leste Development Partners Meeting (TLDPM) 2026 yang diadakan di aula Kementerian Keuangan, Dili, Senin (25/05). Foto Tatoli/Antonio Daciparu

DILI, 25 Mei 2026 (TATOLI) — Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, menegaskan ambisi Timor-Leste untuk menjadi contoh internasional baru dalam pengembangan ekonomi biru di kawasan Asia Tenggara melalui penguatan kerja sama internasional, perlindungan laut, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan berbasis kelautan.

Pernyataan tersebut disampaikan Xanana Gusmão dalam pidatonya pada pertemuan forum Timor-Leste Development Partners Meeting (TLDPM) 2026.

Dalam pidatonya, Xanana mengatakan Pemerintah Konstitusional IX telah menyetujui Kebijakan dan Rencana Aksi Promosi Ekonomi Laut yang Tangguh dan Berkelanjutan pada 20 Februari 2026 sebagai peta jalan implementasi ekonomi biru nasional.

Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan menjadikan laut sebagai sumber pembangunan berkelanjutan, inklusi sosial, dan ketahanan lingkungan, sekaligus terintegrasi dengan Rencana Strategis Pembangunan Nasional dan proses integrasi Timor-Leste ke dalam ASEAN.

Pemerintah, lanjut Xanana, akan mendorong investasi di sektor-sektor ekonomi berbasis laut, memperkuat kapasitas sumber daya manusia nasional, meningkatkan keamanan maritim, serta membangun “generasi biru” melalui pendidikan dan literasi kelautan sejak usia dini.

Ia menegaskan bahwa posisi Timor-Leste di kawasan Coral Triangle menjadikan negara tersebut memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kekayaan biodiversitas laut dunia.

“Kita berada di jantung Coral Triangle, salah satu kawasan dengan biodiversitas terkaya di dunia. Posisi ini bukan hanya keistimewaan geografis, tetapi juga tanggung jawab untuk melindungi dan menjaga laut,” kata Xanana.

Menurutnya, kawasan tersebut kini menghadapi ancaman serius seperti perubahan iklim, kenaikan permukaan laut, polusi, dan praktik penangkapan ikan ilegal yang mengancam keberlanjutan ekosistem laut.

Untuk memperkuat perlindungan laut, Timor-Leste berencana membangun sistem kemitraan ilmiah dan teknologi internasional serta melaksanakan survei dan studi biodiversitas laut pertama dengan melibatkan generasi muda dan komunitas lokal.

Inisiatif tersebut akan dihubungkan dengan pembentukan pusat penelitian dan pendidikan kelautan, jaringan kawasan perlindungan laut, termasuk pendirian Taman Nasional Ataúro, serta Program Nasional Literasi Laut.

Xanana juga menyoroti sejumlah langkah konkret yang telah dilakukan pemerintah untuk mendukung implementasi ekonomi biru, seperti pengesahan kerangka hukum penelitian ilmiah kelautan internasional, tata kelola ruang maritim nasional, pembentukan Marine Satellite Account, serta penetapan 5 Juni sebagai Hari Laut Nasional.

Ia menekankan bahwa perjuangan delimitasi batas maritim Timor-Leste bukan hanya persoalan politik, tetapi juga bagian dari kedaulatan nasional dan hak rakyat Timor-Leste untuk memperoleh manfaat ekonomi dan sosial dari ruang laut nasional.

Xanana turut mengajak sektor swasta, organisasi non-pemerintah, komunitas lokal, dan mitra pembangunan internasional untuk membangun kolaborasi dalam pengembangan ekonomi biru, termasuk di bidang bioteknologi kelautan, energi terbarukan, kredit karbon, dan obligasi biru.

“Kombinasi upaya dan pertukaran pengetahuan teknis serta ilmiah dapat menjadikan Timor-Leste sebagai contoh internasional baru di bidang ekonomi biru,” ujar Xanana Gusmão.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!