DILI, 14 Mei 2026 (TATOLI)— Timor-Leste kembali memperkuat diplomasi budaya internasional melalui partisipasinya dalam Pameran Seni Internasional Biennale Venezia ke-61 di Italia dengan menghadirkan Paviliun Timor-Leste bertema “Across Words” atau “Liu Husi Liafuan”.
Sekretaris Negara urusan Seni dan Budaya (SEAC), Jorge Soares Cristóvão, menghadiri pembukaan resmi Paviliun Timor-Leste pada 07 Mei 2026 di kompleks Arsenale, Artiglierie, salah satu lokasi utama Biennale Venezia.
Paviliun tersebut menampilkan karya para seniman Timor-Leste, yakni Verónica Pereira Maia, Etson Caminha, dan Juventino Madeira, dengan kurator Loredana Pazzini-Paracciani. Pameran ini mengangkat tema bahasa, memori, identitas budaya, dan transmisi pengetahuan di Timor-Leste.
Acara pembukaan dihadiri sejumlah perwakilan institusi Timor-Leste, seniman, kurator, tamu internasional, dan profesional sektor budaya
Jorge Soares Cristóvão didampingi Duta Besar Timor-Leste untuk Brussel, Maria Lourdes Martins de Souza Bessa, Duta Besar Timor-Leste untuk Tahta Suci, Choloe Tilman, serta perwakilan Komisi G Parlemen Nasional.
Dalam pembukaan tersebut, seniman Etson Caminha menampilkan interpretasi kontemporer ritual Verahana sebagai simbol penyambutan pengunjung sekaligus penghubung antara memori leluhur, tradisi lisan, dan ekspresi seni modern.
Salah satu karya yang mendapat perhatian adalah “Tais Don” (1994–1999) karya Verónica Pereira Maia yang dibuat untuk mengenang para korban Tragedi Santa Cruz 12 November 1991.
Selain itu, dipamerkan pula instalasi “CUALE (Flow/Fluxo)” karya Etson Caminha yang memadukan suara, pertunjukan seni, gerakan tradisional, dan teknologi, serta karya video “Fraze ne’ebé seidauk hotu (An Unfinished Sentence)” karya Juventino Madeira yang mengeksplorasi hubungan antara memori, masa depan, dan identitas generasi muda Timor-Leste.
Tema “Across Words” bertujuan menampilkan keberagaman etnolinguistik Timor-Leste dan bagaimana sejarah, budaya, serta pengetahuan diwariskan melalui tradisi lisan, musik, tenun, pertunjukan seni, dan berbagai bentuk ekspresi budaya lainnya.
Partisipasi Timor-Leste juga mencakup peluncuran publikasi “ACROSS WORDS: An Anthology” yang memuat tulisan para peneliti, akademisi, kurator, dan seniman dari Timor-Leste maupun negara lain mengenai seni kontemporer Timor-Leste.
Selama berada di Venezia, delegasi nasional turut mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan dengan paviliun Portugal, Indonesia, dan Singapura sebagai bagian dari penguatan dialog budaya dan kerja sama artistik internasional.
Timor-Leste pertama kali berpartisipasi dalam Biennale Venezia pada 2024. Keikutsertaan pada edisi 2026 menjadi kelanjutan upaya pemerintah dalam mempromosikan seni dan budaya nasional di tingkat internasional sekaligus memperkuat identitas budaya dan diplomasi budaya Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




