DILI, 30 Januari 2026 (TATOLI) – Pemerintah Jerman menyatakan kesiapan untuk memperluas kerja sama pembangunan dengan Timor-Leste di berbagai sektor strategis.
Pernyataan ini disampaikan Duta Besar Jerman untuk Timor-Leste, Ralf Beste, usai melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão, Jumat ini.
Ralf Beste mengatakan, pertemuan tersebut berlangsung setelah Ia menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden José Ramos-Horta pada pagi hari. Dalam kesempatan itu, kedua pihak membahas sejarah panjang hubungan kerja sama antara Jerman dan Timor-Leste.
Ia menegaskan bahwa Jerman telah memberikan dukungan kuat terhadap perjuangan kemerdekaan Timor-Leste, bahkan sebelum negara ini berdiri. Dukungan tersebut juga didorong oleh simpati masyarakat Jerman terhadap perjuangan rakyat Timor-Leste.
“Perdana Menteri menyampaikan apresiasi atas dukungan yang terus diberikan Jerman sejak Timor-Leste merdeka pada awal tahun 2000-an,” ujar Ralf Beste di Kantor Pemerintah.
Menurutnya, kerja sama bilateral tersebut masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan. Ia menilai keanggotaan Timor-Leste sebagai anggota baru ASEAN memberikan peluang strategis untuk memperkuat kerja sama dengan Jerman dan Uni Eropa.
Sebagai negara demokrasi yang kuat di kawasan, Timor-Leste diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat posisi ASEAN sebagai mitra yang semakin solid bagi Uni Eropa.
Ralf Beste juga menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan hubungan bilateral antara Jerman dan Timor-Leste, baik di tingkat pemerintah maupun antar masyarakat. Ia menyatakan ketertarikannya untuk melakukan kunjungan lanjutan ke berbagai wilayah di Timor-Leste guna mengeksplorasi peluang kerja sama pembangunan.
Ia mengungkapkan bahwa Jerman telah memberikan kontribusi nyata, di antaranya pendanaan dua kapal feri yang saat ini telah beroperasi seperti Berlin Nakroma dan Berlin Ramelau. Selain itu, Jerman juga mendukung pengembangan pelatihan vokasional bagi generasi muda Timor-Leste agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Di bidang pendidikan, Jerman menyediakan program pertukaran akademik yang memungkinkan mahasiswa dan akademisi Timor-Leste untuk belajar dan mengajar di Jerman. Dalam waktu dekat, Duta Besar Jerman juga berencana bertemu dengan para alumni universitas di Jerman asal Timor-Leste yang dinilainya berperan sebagai penghubung antara kedua negara.
“Dalam bidang pembangunan, transportasi, dan pendidikan, kami memiliki hubungan yang kuat dan ingin terus melanjutkannya,” katanya.
Terkait pertemuannya dengan Perdana Menteri, Ralf Beste menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi ajang saling mengenal serta bertukar informasi mengenai perkembangan dan arah kebijakan masing-masing negara. Ia juga menerima penjelasan mengenai pembahasan yang sedang berlangsung antara Timor-Leste dan Pemerintah Australia.
Sebaliknya, ia turut menyampaikan rencana Jerman untuk mempererat kerja sama dalam kerangka ASEAN. Pertemuan tersebut, menurutnya, tidak hanya bersifat perkenalan, tetapi juga menjadi sarana untuk saling memperbarui informasi mengenai perkembangan di kedua negara.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




