iklan

INTERNASIONAL

Sekjen PBB serukan penguatan sistem kesehatan masyarakat cegah pandemi di masa depan

Sekjen PBB serukan penguatan sistem kesehatan masyarakat cegah pandemi di masa depan

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres. Foto dokumen Tatoli/Francisco Sony

DILI, 29 Desember 2025 (TATOLI) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres menggarisbawahi pentingnya komunitas yang kuat dan tangguh dalam mencegah  epidemi dan pandemi, bertepatan dengan Hari Kesiapsiagaan Epidemi Internasional.

“Pada hari penting ini, kita mengingatkan diri kita sendiri bahwa komunitas yang tangguh sangat penting untuk mencegah dan menanggapi epidemi dan pandemi,” kata Sekjen PBB dalam pesannya yang diakses Tatoli melalui laman resmi PBB.

Ia menekankan bahwa kesiapan melampaui kemajuan ilmiah dan sangat bergantung pada kapasitas lokal.

“Pertahanan terbaik kita tidak hanya terletak pada sains, tetapi juga pada sistem kesehatan lokal yang kuat, tenaga kesehatan garda depan yang didukung dengan baik, dan para pemimpin lokal yang siap membimbing komunitas mereka melewati krisis,” kata Sekjen PBB.

Ia memperingatkan bahwa dunia menghadapi ancaman kesehatan yang semakin meningkat di tengah meningkatnya tantangan kemanusiaan.

“Seiring meningkatnya ancaman epidemi dan pandemi, serta bertambahnya krisis kemanusiaan, tidak ada waktu untuk disia-siakan,” katanya.

Untuk memperkuat kesiapan global, Antonio Guterres menyoroti pengembangan Perjanjian Pandemi melalui kolaborasi antar negara dan Organisasi Kesehatan Dunia.

“Untuk membantu masyarakat dan pemerintah mencegah dan menanggapi pandemi di masa depan, negara-negara bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia untuk mengembangkan Perjanjian Pandemi,” katanya.

Ia mengatakan kesepakatan tersebut bertujuan untuk memastikan akses yang adil selama keadaan darurat kesehatan.

“Kesepakatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat di mana pun memiliki akses yang adil terhadap vaksin, pengobatan, peralatan, informasi, dan perawatan selama pandemi,” tambahnya.

Sekretaris Jenderal menyerukan peningkatan investasi dalam sistem kesehatan berbasis komunitas di seluruh dunia.

“Di setiap desa, kota, dan pusat kesehatan, sudah saatnya untuk meningkatkan investasi dalam sistem berbasis komunitas untuk deteksi, pengawasan, komunikasi, dan penahanan,” katanya.

Antonio Guterres menekankan bahwa melindungi komunitas bermanfaat bagi semua orang. “Ketika komunitas terlindungi, kita semua terlindungi,” katanya.

Ia mendesak solidaritas global untuk memperkuat kesiapan dan pemulihan.

“Mari kita bantu semua komunitas membangun fondasi yang kuat untuk pencegahan dan pemulihan. Mari kita hentikan epidemi sejak dini,” tambah Guterres.

Dikutip dari Wikipedia, bahwa Hari Kesiapsiagaan Epidemi Internasional adalah sebuah hari peringatan yang diadakan pada 27 Desember setiap tahunnya yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang epidemi.

Hari Kesiapsiagaan Epidemi Internasional ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Latar belakang peringatan Hari Kesiapsiagaan Epidemi Internasional adalah kemunculan pandemi COVID-19 yang mewabah di seluruh dunia.

TATOLI

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!