DILI, 03 Juni 2025 (TATOLI)—Mitra Pembangunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Department of Foreign Afairs and trade (DFAT), dan Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Kehutanan (MAFP) mengadakan workshop untuk mencegah kasus penyakit rabies yang semakin meningkat di Timor-Leste.
Workshop yang digelar di Hotel Novo Turismo, Selasa ini dengan tema ‘Dasar untuk finalisasi rencana strategis nasional guna memberantas rabies di Timor-Leste’.
Menteri MAFP, Marcos da Cruz mengatakan bahwa, saat ini di TL, ada empat orang meninggal dunia karena rabies, yang terdiri dari, tiga orang di kotamadya Oecusse dan satu di Ermera.
“Workshop ini penting untuk menyelesaikan Rencana Strategis Nasional Pengelolaan yang menandai langkah signifikan dalam komitmen Negara untuk melindungi kesehatan masyarakat, memastikan keselamatan masyarakat, dan menegakkan tanggung jawab untuk memerangi rabies,” kata Menteri MAFP Marcos da Cruz.
Ditegaskan, workshop ini mempertemukan sektor-sektor utama seperti Kementerian Kesehatan, MAP dan mitra pembangunan guna merampungkan dokumen penting yang membentuk visi kolektif untuk memerangi rabies di Timor-Leste.
Dikatakan, rencana strategis tersebut memiliki lima tindakan utama, mulai dari membangun kemauan politik hingga konsensus publik dan memastikan akses terhadap layanan pencegahan dan penyembuhan.
Di tempat yang sama, Wakil Menteri Bidang Penguatan Kelembagaan, Jose Magno dos Reis menginformasikan, workshop ini bertujuan untuk menyatukan tekad dalam melindungi rakyat Timor-Leste dari penyakit menular tersebut.
“Kasus rabies terus meningkat, termasuk empat korban yang telah meninggal dunia. Ini menandai ancaman terhadap kesehatan masyarakat, yang mengharuskan kita semua untuk menanggapinya dengan urgensi dan tekad. Ketika kita melupakannya, rabies kini muncul kembali, dan kita tidak mengambil tindakan segera dan terkoordinasi, penyakit ini akan terus menyebar, membahayakan nyawa banyak orang, terutama anak-anak kita,” tegasnya.
Dikatakan, menurut data global, rabies menyebabkan 59.000 kematian setiap tahun, terutama di daerah-daerah yang akses terhadap vaksin dan perawatan pasca paparannya terbatas. Hampir 40% korban adalah anak-anak di bawah usia 15 tahun, yang sering digigit anjing saat bermain dengan anjing yang tinggal di komunitas mereka.
Selain itu, Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di TL Arvind Mathur, mengutarakan bahwa workshop ini merupakan tanggung jawab besar bersama dalam merampungkan Rencana Strategis Nasional (RSN) Timor-Leste untuk Penanggulangan Rabies/Penyakit Rabies yang ada di masyarakat.
“Pemerintah harus memberikan prioritas tinggi pada pengendalian rabies dan menyatukan kita semua dari berbagai sektor bersama dengan para spesialis untuk memerangi ancaman mendesak melalui pertemuan ini,” tuturnya,
Menurutnya, sebelumnya Timor-Leste bebas dari rabies, tetapi kini menghadapi wabah yang sangat progresif. Namun, penyakit ini dapat dipulihkan, karena rabies 100% dapat dicegah.
WHO dan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia untuk pengembangan Rencana Strategis Nasional ini. DFAT telah berperan penting dalam mendukung vaksinasi hewan, dan mendukung pertemuan kolaborasi lintas batas dengan sektor lain.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




