iklan

DILI

Pastor Jolino Vieira, SDB: Dunia hadapi empat tantangan mental

Pastor Jolino Vieira, SDB: Dunia hadapi empat tantangan mental

Pastor Jolino Vieira, SDB memimpin Misa Malam Natal di Kapel Nossa Senhora do Rosario Raikotu-Madohi. Foto Tatoli/Cidalia Fatima

DILI, 25 desember 2021 (TATOLI)–  Pastor Jolino Vieira, SDB melalui kotbahnya  dalam Misa Malam Natal di Kapel Nossa Senhora do Rosario Raikotu-Madohi  mengingatkan kembali empat tantangan perubahan mental yang dihadapi dunia di abad 21 ini.

“Tantangan hari ini di abad 21 adalah mentalitas manusia yang berubah-ubah yang terdiri dari materialisme, konsumerisme, hedonisme dan  radikalisme yang akan mengancam dunia dan gereja melalui keluarga- keluarga,” kata Pastor Jolino pada Misa Malam Natal, jumat.

Menurutnya, meterialisme adalah sifat orang yang mengukur segalanya dengan materi bahkan kasih dan cinta pun dilihat dari materi. Hal ini mengancam dunia melalui keluarga.

“Karena keluarga yang dibangun dengan materi tidak akan bertahan. Ini pun akan berdampak pada gereja karena keluarga adalah sel dari gereja,” katanya.

Adapun dalam masyarakat masa kini yang terjangkiti konsumerisme, hedonisme yang silau pada kekayaan, kemewahan, penampilan luar, serta hidup menurut keinginan daging dan tidak mengutamakan roh.

Menurutnya,  semua Nasrani wajib menjalankan perilaku hidup seimbang, konsisten. Artinya hidup sederhana dan mengedepankan cinta kasih pada sesama.

“Kita harus mengasah rasa keadilan. Walau budaya dunia saat ini adalah seenaknya sendiri, umat katolik perlu mengedepankan hati yang penuh empati, serta pengampunan,” tandasnya.

Tantangan terakhir adalah radikalisme dimana saat ini manusia lebih radikal kepada suatu kelompok, partai dan organisasi tampa memperdulikan partisipasinya dalam rencana penyelamatan Tuhan.

Ia mengingatkan, agar Nasrani harus meninggalkan keempat mentalitas ini karena tidak akan mencerminkan kebaikan serta hidup dalam keinginan dunia, Nasrani harus renda hati agar dijauhkan dari mental buruk ini.

Pesan lain yang disampaikkan Pastor Jolino dalam Malam Natal itu agar seluruh keluarga Nasrani mengikuti teladan keluarga Santo Yosef  dan Santa Maria yang ikut berpartisipasi dalam rencana penyelamatan Tuhan dengan menjaga Juru Selamat hidup dalam keluarga sampai besar.

“Yosef dan Maria menjamin agar juru selamat kita bisa mendapatkan kehangatan keluarga meskipun terlahir dengan keadaan yang sangat sederhana,” tutupnya.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor      : Armandina Moniz

iklan
iklan

Comments are closed.

iklan
error: Content is protected !!