DILI, 09 Juni 2026 (TATOLI) — Sedikitnya 35 orang tewas dan lebih dari 134 orang terluka setelah gempa bumi bermagnitudo 7,8 mengguncang Filipina selatan pada Senin (08/06/2026) dan memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah pesisir.
Dalam pembaruan pada Senin sore, Kantor Pertahanan Sipil negara itu mengatakan 31 dari korban jiwa tercatat di Soccsksargen, sementara empat lainnya berada di Davao.
Para pejabat di Filipina bahwa setidaknya 134 orang terluka dan sekitar 10.000 keluarga mengungsi.
Pihak berwenang sebelumnya menyebutkan jumlah korban tewas sebanyak 32 orang, dengan 12 orang dilaporkan hilang.
Mindanao adalah pulau terbesar kedua di Filipina – baik dari segi luas maupun populasi – dan merupakan rumah bagi sekitar 26 juta orang.
Jumlah korban jiwa masih perlu diverifikasi oleh badan penanggulangan bencana nasional, yang mengumpulkan dan memverifikasi laporan dari berbagai sumber lokal dan diharapkan akan memberikan pembaruan resmi dalam beberapa hari mendatang.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa berbagai lembaga sedang mengoordinasikan respons mereka terhadap bencana tersebut.
“Pemerintah pusat sedang bergerak dan kami tidak akan meninggalkan Mindanao,” janjinya.
Marcos juga memerintahkan penangguhan kegiatan belajar mengajar di daerah yang terdampak gempa, yang bertepatan dengan hari pertama tahun ajaran di Filipina.
Sementara itu, lebih dari 130 gempa susulan, dengan magnitudo berkisar antara 1,3 hingga 6,7, tercatat setelah gempa utama. Gempa bumi berkekuatan magnitude 5,7 juga mengguncang perairan lepas Pulau Balut, Sarangani, sekitar pukul 22:52 waktu setempat.
TATOLI kutip dari BBC




