iklan

KESEHATAN

Cegah HIV/AIDS, INCSIDA berkomitmen tingkatkan kesadaran masyarakat di setiap desa

Cegah HIV/AIDS, INCSIDA berkomitmen tingkatkan kesadaran masyarakat di setiap desa

Ketua Institut Nasional Pemberantasan HIV/AIDS (INCSIDA), Daniel Marçal. Foto Tatoli/Antonio Goncalves

DILI, 07 Januari 2026 (TATOLI)— Ketua Institut Nasional Pemberantasan HIV/AIDS (INCSIDA), Daniel Marçal, berjanji akan meningkatkan kesadaran masyarakat di desa-desa di berbagai kotamadya guna mencegah penyebaran HIV/AIDS di Timor-Leste.

“Memang semua pihak merasa prihatin, terutama Parlemen Nasional dan Pemerintah, karena hingga kini belum ada obatnya. Banyak orang telah terinfeksi HIV dan sampai sekarang belum ada obatnya. Jangan berpikir bahwa HIV adalah hal yang sepenuhnya buruk. Tanpa HIV pun kita bisa meninggal, dan dengan HIV pun seseorang bisa meninggal. HIV tidak secara langsung mengurangi usia hidup seseorang,” kata Daniel di São José Operário, Balide, Rabu ini.

Ia mengatakan, INCSIDA akan terus meningkatkan upaya penyadaran untuk memperkuat pemahaman masyarakat dalam mencegah penularan virus HIV.

“Kami terus meningkatkan kesadaran bersama para jurnalis. Jika Anda tidak berpartisipasi bersama kami, masyarakat tidak akan mengetahui pekerjaan kami. Itulah sebabnya kami bekerja sama dengan media. Jika Anda tidak hadir, masyarakat akan mengatakan kami tidak bekerja. Namun, jika Anda hadir, masyarakat akan mengetahui bahwa INCSIDA bekerja, karena Anda membagikan dan menyebarkan informasi tentang HIV/AIDS kepada semua orang,” katanya.

Ia melaporkan, Institut Nasional Pemberantasan HIV/AIDS akan melakukan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat di kotamadya yang belum menerima informasi yang memadai.

“Dalam satu tahun kami mengunjungi kotamadya, namun masih banyak desa dan wilayah yang belum kami jangkau. Oleh karena itu, tahun ini kami akan mengunjungi desa yang belum pernah dikunjungi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kotamadya yang belum memiliki akses terhadap informasi harus mendapat perhatian khusus untuk melindungi kaum muda agar tidak tertular HIV/AIDS.

“Kita belum sepenuhnya melindungi kaum muda. Sebagian penderita HIV/AIDS telah meninggal dunia. Oleh karena itu, ke depan kami akan lebih memperhatikan kotamadya yang memiliki risiko sangat tinggi, terutama yang berada di wilayah perbatasan,” katanya.

Reporter : Felicidade Ximenes (Penerjemah: Cidalia Fátima)

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!