DILI, 21 November 2025 (TATOLI) — Perwakilan Menzies di Timor-Leste, Maria Gama, mengatakan, Menzies telah mengirimkan sampel nyamuk Wolbachia yang telah disebarkan di Dili ke laboratorium di Australia untuk mengidentifikasi kembali hasil dari nyamuk tersebut.
Hal ini disampaikan saat Menzies bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) msaat engadakan pertemuan ketiga dengan kelompok masyarakat di Kota Dili untuk memperbarui implementasi program Wolbachia.
“Kami akan mengadakan pertemuan lagi minggu depan. Seperti yang dikatakan Direktur Nasional Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2P) dalam presentasinya, kami telah melakukan pemantauan dan mengirimkan sampel tiga kali ke laboratorium di Monash, Australia, untuk mengidentifikasi nyamuk yang telah disebarkan. Mereka menangkap nyamuk tersebut untuk memastikan apakah sudah terdapat bakteri Wolbachia atau belum,” kata Perwakilan Menzies, Maria Gama di kantor Menzies, Lecidere Dili, Jumat ini.
Berita terkait : Program ber-Wolbachia : Kemenkes – Menzies telah lepas 56 ribu nyamuk di Dili
Ia menambahkan bahwa hasil program Wolbachia yang sedang dijalankan tim akan segera diserahkan kepada Kementerian Kesehatan.
“Kami menunggu hasilnya, yang akan segera kami serahkan kepada Kementerian agar dapat diumumkan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Maria, pertemuan tersebut sangat penting untuk memperbarui implementasi program Wolbachia di Timor-Leste dan menyampaikan pencapaian program kepada anggota masyarakat.
Di tempat yang sama, Direktur Nasional Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2P) di Kemenkes, Heitor Costa, menginformasikan bahwa Menzies di Timor-Leste dan Kementerian Kesehatan telah mengadakan pertemuan untuk memantau perkembangan penyebaran nyamuk Wolbachia di Dili, meskipun hasilnya belum dapat dipastikan.
“Tujuan kegiatan ini adalah agar Kemenkes bekerja sama dengan Menzies dalam melaksanakan program Wolbachia untuk melepaskan nyamuk. Proses ini dimulai sejak tahun 2020. Kami telah melakukan survei, mengumpulkan data, dan akhirnya memutuskan untuk meluncurkan program percontohan di Dili,” kata Direktur Heitor.
Ia menjelaskan bahwa tim sebelumnya telah melakukan sosialisasi dan diseminasi informasi kepada masyarakat di Dili selama setahun, yaitu pada tahun 2024, tetapi peluncuran program baru dilakukan tahun ini.
“Jadi, pada tanggal 08 Agustus lalu kami meluncurkan program ini di sini. Hingga minggu ini, kami telah melakukan penyebaran nyamuk sebanyak 15 kali. Kami berharap pada bulan Desember nanti jumlahnya mencapai 20 kali. Seperti yang kami katakan, dalam setahun hingga dua tahun, baru bisa diketahui apakah nyamuk sudah berkembang biak,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Perwakilan Otoritas Kotamadya Dili, Jacinto Freitas, mengucapkan terima kasih kepada tim yang telah berupaya keras mensosialisasikan program ini kepada masyarakat, dimulai dari Daerah Administratif di Kota Dili, sehingga dapat membantu mengurangi kasus demam berdarah, khususnya di Kota Dili.
Sementara itu, sejak Agustus hingga saat ini, tim teknis telah menyebarkan 8.141 nyamuk Wolbachia di Kota Dili.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




