iklan

SOSIAL INKLUSIF

Kenang Domm, PM Xanana : Jiwanya akan selalu hidup di gunung Matebian  

Kenang Domm, PM Xanana : Jiwanya akan selalu hidup di gunung Matebian   

Foto kenangan lama Kay Rala Xanana Gusmão (Sekarang Perdana Menteri Timor-Leste) dan Robert Domm, jurnalis asal Australia yang dikenal karena keberanian dan dedikasinya dalam mengungkap perjuangan rakyat Timor-Leste kepada dunia internasional. Foto Spesial

DILI, 11 November 2025 (TATOLI) – Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya Robert Domm, jurnalis asal Australia yang dikenal karena keberanian dan dedikasinya dalam mengungkap perjuangan rakyat Timor-Leste kepada dunia internasional.

“Pemerintah dan rakyat Timor-Leste sangat berduka atas wafatnya Robert Domm, yang keberanian dan tekadnya telah membantu mengungkap kebenaran perjuangan kami untuk menentukan nasib sendiri kepada dunia,” ujar Perdana Menteri Xanana dalam pernyataannya yang diakses TATOLI, Selasa ini.

Xanana mengenang pertemuan bersejarahnya dengan Robert Domm pada September 1990 di Gunung Bunaria, Ainaro. Saat itu, Domm menjadi jurnalis asing pertama dalam lima belas tahun yang berhasil menjalin kontak langsung dengan para pemimpin perlawanan FALINTIL di tengah pendudukan militer Indonesia.

“Wawancaranya dengan saya, yang disiarkan melalui ABC’s Background Briefing, memecah kesunyian yang menyelimuti Timor-Leste sejak 1975. Ia menyampaikan kepada dunia bahwa perjuangan rakyat Timor untuk menentukan nasib sendiri masih hidup,” kenang Xanana.

Perjalanan berbahaya yang ditempuh Robert Domm, kata Xanana, menunjukkan keberanian luar biasa. Ia menempuh jalur pegunungan dengan bantuan lebih dari dua ratus warga Timor, melewati desa-desa dan pos pemeriksaan, menanggung risiko besar demi membawa kisah perjuangan rakyat Timor-Leste ke dunia internasional.

“Ia tidur bersama kami di tanah Gunung Bunaria, makan bersama di bawah naungan hutan, dan berjalan bersama tentara perlawanan sebagai kawan dan sahabat. Kepeduliannya terhadap rakyat Timor sangat menyentuh saya,” tutur Xanana.

Setelah laporannya disiarkan, militer Indonesia melancarkan operasi besar-besaran di wilayah pegunungan, yang menyebabkan banyak pejuang perlawanan kehilangan nyawa. Namun, Domm terus menunjukkan solidaritasnya dengan rakyat Timor-Leste.

Robert Domm juga dikenal sebagai penulis bersama Mark Aarons dalam buku East Timor: A Western Made Tragedy, yang memperdalam pemahaman dunia tentang penderitaan dan hak rakyat Timor untuk menentukan nasib sendiri.

Sebagai bentuk penghargaan, pada Agustus 2014 Pemerintah Timor-Leste menganugerahkan penghargaan ‘Ordem Timor-Leste’ kepada Robert Domm atas kontribusinya dalam memperjuangkan keadilan dan kebebasan bangsa. Setahun kemudian, pada 2015, ia kembali ke Timor-Leste untuk memperingati 25 tahun pertemuannya dengan Xanana di Gunung Bunaria, lokasi yang kini diakui sebagai situs bersejarah nasional.

“Kontribusi Robert merupakan bagian dari sejarah bangsa kita. Jiwa Robert kini bersemayam di Gunung Matebian, bersama saudara-saudarinya di Timor-Leste,” ungkap Xanana.

“Atas nama Pemerintah dan rakyat Timor-Leste, kami menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, sahabat, dan kolega Robert Domm. Keberanian, kesopanan, dan rasa keadilannya akan selalu dikenang oleh bangsa kita,” tutup Perdana Menteri.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor: Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!