DILI, 27 Oktober 2025 (TATOLI)—Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan (MAPPF) bersama Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) meluncurkan hasil Survei Konsumsi Ikan Nasional yang menunjukkan peningkatan konsumsi ikan masyarakat Timor-Leste menjadi 8,7 kilogram per kapita per tahun.
Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan, Marcos da Cruz, mengatakan survei tersebut penting untuk mengetahui tingkat konsumsi ikan nasional dan menilai kemajuan menuju target pemerintah.
“Dalam standar FAO, konsumsi ikan global adalah 20 kilogram per orang per tahun. Sementara, target pemerintah kita adalah 10 kilogram per kapita per tahun. Namun, data menunjukkan konsumsi ikan masyarakat Timor-Leste baru mencapai 8,7 kilogram,” ujarnya saat peluncuran di kantor MAPPF Comoro, Senin ini.
Ia menjelaskan bahwa survei sebelumnya pada 2012 mencatat konsumsi ikan hanya 6,1 kilogram per kapita per tahun, sehingga peningkatan terbaru mencerminkan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi terhadap pentingnya gizi dari ikan. Ikan yang dikonsumsi berasal dari perikanan laut lokal, budidaya, dan impor.
Ahli Statistik dari Institut Statistik Nasional Timor-Leste (INETL), Joanico José Freitas, mengatakan survei ini dilakukan selama dua tahun terakhir (2024–2025) dengan dukungan teknis dari FAO, WorldFish, dan UNDP.
Survei melibatkan 4.200 rumah tangga di 12 kotamadya, termasuk Oe-cusse, untuk mengukur kemajuan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) nomor 2 tentang ketahanan pangan.
“Metodologi survei ini menggunakan alat bantu gambar visual yang memudahkan masyarakat dalam mengidentifikasi jenis ikan dan memperkirakan jumlah konsumsi. Pendekatan ini meningkatkan akurasi data, terutama bagi masyarakat dengan tingkat literasi yang rendah,” jelasnya.
Perwakilan FAO di Timor-Leste, Paula da Cruz Lopes, menyatakan kebanggaan atas kerja sama dengan Pemerintah Timor-Leste dalam mengembangkan sektor perikanan yang berkelanjutan.
“Sektor ini memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan, gizi, dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Namun, kebijakan dan investasi harus berbasis data,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa hasil survei ini memberikan gambaran komprehensif pertama tentang pola konsumsi ikan di seluruh negeri, termasuk siapa yang mengonsumsi ikan, berapa banyak, dan faktor-faktor yang memengaruhinya.
Data tersebut menjadi dasar penting dalam merancang strategi perikanan nasional yang berorientasi pada keberlanjutan.
“FAO berkomitmen terus mendukung pemerintah dalam pengelolaan perikanan berbasis bukti, memperkuat rantai nilai, serta mempromosikan pemanfaatan sumber daya kelautan dan darat yang bertanggung jawab bagi generasi kini dan mendatang,” tandasnya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




