DILI, 31 Juli 2025 (TATOLI) — Pemerintah Kotamadya Covalima, Timor-Leste, dan Distrik Manawatū, Selandia Baru, secara resmi menjalin kemitraan persahabatan dan kerja sama pembangunan, yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di kota Feilding, pusat administrasi Distrik Manawatū.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Menteri Administrasi Negara Timor-Leste, Tomás do Rosário Cabral, dan Ketua Distrik Manawatū, Helen Worboys, dalam sebuah upacara resmi yang turut dihadiri oleh Duta Besar Timor-Leste untuk Selandia Baru, Idelta Maria Rodrigues, Ketua Otoritas Kotamadya Covalima, Miguel Armada Cardoso, Direktur Jenderal Penyederhanaan dan Modernisasi Administrasi Daerah, Maria Goretti Marques Belo, serta perwakilan dari Kedutaan Besar dan Kementerian Administrasi Negara.
Dalam siaran pers yang diakses TATOLI dikatakan MoU ini merupakan bagian dari kebijakan desentralisasi nasional Timor-Leste dan bertujuan memperkuat hubungan bilateral di tingkat lokal, terutama dalam bidang pertanian, pekerjaan musiman, dan pendidikan yang dengan penekanan khusus pada pelatihan di bidang pertanian.
Ketua Distrik Manawatū, Helen Worboys, dalam pidatonya menyebut hari penandatanganan sebagai “hari bersejarah bagi hubungan antara masyarakat kita.”
“Ini adalah babak baru yang melanjutkan ikatan kuat sejak Selandia Baru berpartisipasi dalam misi penjaga perdamaian di Timor-Leste pasca kemerdekaan,” katanya.
Sementara itu, Menteri Tomás do Rosário Cabral menyampaikan bahwa kemitraan ini mencerminkan visi bersama akan peran strategis pemerintah daerah sebagai penggerak pembangunan yang inklusif.
“Inisiatif ini sangat relevan bagi Timor-Leste yang sedang membangun pemerintahan publik yang modern, efisien, dan terdesentralisasi,” ujarnya.
Ia juga menyebut kerja sama ini sebagai contoh nyata bagaimana hubungan antardaerah dapat mendorong pembangunan yang berpihak pada rakyat serta mempererat kedekatan antara negara dan warganya.
MoU yang ditandatangani mencakup kerja sama di sektor-sektor prioritas seperti Pertanian dan pelatihan pertanian, Pekerjaan musiman (seasonal work) serta Pendidikan dan pertukaran pengalaman komunitas.
Menteri Tomás Cabral mengajak otoritas kotamadya lainnya di Timor-Leste untuk menjadikan kemitraan Covalima-Manawatū sebagai inspirasi dalam menjalin hubungan internasional yang dapat memperkuat kapasitas institusional dan membuka peluang pembangunan lokal.
“Kemitraan seperti ini menunjukkan pentingnya diplomasi kota dan hubungan antarmasyarakat sebagai fondasi solidaritas dan kerja sama internasional yang inklusif dan bermakna,” tutupnya.
Duta Besar Idelta Rodrigues menegaskan bahwa penandatanganan ini adalah buah dari kerja diplomasi yang telah dibangun selama lebih dari setahun oleh Kedutaan Besar Timor-Leste di Wellington, bekerja sama erat dengan otoritas lokal Selandia Baru.
Dalam sambutannya, Duta Besar Idelta juga menguraikan inisiatif-inisiatif prioritas Kedutaan Besar, termasuk Penguatan Program Pekerja Musiman, Promosi ekonomi biru dan transformasi digital inklusif, Reintegrasi pekerja musiman setelah kembali ke Tanah Air dan Kenaikan jumlah beasiswa dari 12 menjadi 35 bagi mahasiswa Timor-Leste yang belajar di Selandia Baru.
Duta Besar turut mengumumkan rencana pelaksanaan acara “Satu Hari Bersama Timor-Leste dan Selandia Baru” pada akhir November 2025, sebagai bagian dari peringatan 50 Tahun Proklamasi Kemerdekaan Timor-Leste. Acara tersebut telah mendapatkan sambutan hangat dari berbagai kalangan di Selandia Baru.
Acara penandatanganan turut dihadiri oleh Wakil Ketua Distrik Manawatū Michael Ford, Kepala Eksekutif Dewan Distrik Shayne Harris, perwakilan sektor pendidikan, anggota dewan lokal, serta warga Selandia Baru yang pernah bertugas di Timor-Leste sebagai bagian dari misi perdamaian internasional.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




