DILI, 07 Juli 2025 (TATOLI) – Delegasi perusahaan Tsuneishi Shipbuilding dari Jepang, didampingi Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, Tetsuya Kimura, bertemu Presiden Republik, José Ramos Horta. Dalam pertemuan Delegasi Tsuneishi menyampaikan kemajuan proyek yang dilaksanakan di Timor-Leste.
“Delegasi dari Tsuneishi bertemu dengan Presiden Republik untuk memberikan informasi terkini mengenai kemajuan proyek-proyek yang tengah dilaksanakan di Timor-Leste. Kami berterima kasih kepada Presiden Republik atas dukungannya terhadap proyek-proyek kami yang dilaksanakan di Timor-Leste,” kata Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste Tetsuya Kimura kepada wartawan usai pertemuan yang digelar di Istana Kepresidenan, Dili, Senin ini.
Dikatakannya, Tsuneishi telah mendirikan gedung di Timor-Leste selama hampir satu tahun dan telah berhasil memberikan layanan kepada 37 warga Timor-Leste yang terlibat dalam desain kapal dan sebagian besar warga Timor-Leste lulusan dari Universitas Nasional Timor Lorosa’e (UNTL), Fakultas Teknik dan Sains Teknologi.
“Saat ini ada 10 orang yang magang di Tokyo, dan pada bulan depan ada 11 orang lagi yang akan berangkat ke Jepang untuk magang. Ini proyek kita untuk melatih orang Timor-Leste, dan kita sudah memberikan pelatihan di Jepang dan di Timor-Leste mengenai mekanik teknik terutama di bidang mekanik kapal,” ungkapnya.
Berita terkait : Tsuneishi siap rekrut 19 pekerja tambahan dari Timor-Leste pada Juli 2025
Ia menambahkan bahwa Tsuneishi saat ini sedang melakukan studi kelayakan di wilayah Manatutu untuk melaksanakan proyek pembuatan kapal.
Ia menambahkan bahwa Tsuneishi saat ini sedang melakukan studi kelayakan di wilayah Manatuto untuk melaksanakan proyek membangun galangan kapal.
Sementara itu, Tsuneishi berasal dari Jepang yang telah berinvestasi di negara lain seperti Filipina, Cina dan Jepang. Secara keseluruhan, industri perkapalan memiliki peran yang sangat penting bagi Timor-Leste, baik dari segi ekonomi, pariwisata, pengembangan sumber daya maritim, maupun keamanan maritim.
Dimana, Tsuneishi Shipbuilding, sebuah perusahaan galangan kapal asal Jepang, dan telah menunjukkan keseriusannya untuk berinvestasi di Timor-Leste dengan mengirim 10 Warga Negara Timor-Leste (WNTL) untuk mengikuti pelatihan di Jepang.
Kesepakatan ini merupakan bagian dari kerjasama antara TSUNEZO COOPERATIVE ASSOCIATION (TCA), Tsuneishi Shipbuilding, dan Sekretariat Negara urusan Pelatihan Professional dan Ketenagakerjaan (SEFOPE).
Perusahaan ini juga telah melakukan survei lapangan untuk menentukan lokasi yang tepat untuk pembangunan galangan kapal di Kotamadya Manatuto, Timor-Leste tepatnya di Pos Administratif Laleia.
Berita terkait : Industri perkapalan di Manatuto, Tsuneishi Shipbuilding siapkan studi kelayakan
Rencana investasi Tsuneishi Shipbuilding di Timor-Leste mencakup pembangunan galangan kapal yang akan menawarkan minimal 4.000 pekerjaan bagi masyarakat lokal dan memproduksi 10-12 kapal per tahun. Selain itu, perusahaan juga berencana untuk membangun sekolah, hotel, dan rumah sakit di daerah tersebut.
Tsuneishi Shipbuilding juga telah memulai program pelatihan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di Timor-Leste. Mereka telah melatih sekitar 20 karyawan baru dengan menggunakan perangkat lunak Cadmatic untuk desain kapal. Program pelatihan ini bertujuan untuk membekali tenaga kerja lokal dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam industri galangan kapal.
TATOLI




