DILI, 26 Juni 2025 (TATOLI)— Ketua Parlemen Nasional (PPN), Maria Fernanda Lay, melantik lima anggota baru Dewan Pers (KI) untuk masa mandat 2025 hingga 2029.
Anggota baru Dewan Pers yang dilantik tersebut adalah, Cesar Mali sebagai Ketua Dewan Pers Timor-Leste, Joaquim Coutinho, Suzana Cardoso, Isabel Maria Fernandes de Jesus, dan Benevides Correia Barros sebagai anggota Dewan Pers.
Ketua PN, Maria Fernanda Lay dalam acara pelantikan yang digelar di aula Parlamen Nasional, Kamis (26/06), menilai pentingnya peran Dewan Pers untuk mengawasi media di Timor-Leste.

“Pelantikan anggota Dewan Pers menurut undang-undang harus berganti empat tahun sekali. Sementara itu, satu hal yang hari ini saya ingin sampaikan, Parlemen juga menunjuk perwakilannya di sana (Dewan Pers),” katanya.
Ia juga berharap mulai tahun ini Dewan Pers juga akan mengirimkan laporan tahunan ke Parlemen Nasional. “Kita bisa jadwalkan pembahasan sesuai undang-undang. Selama ini belum ada, tapi kita tidak akan melihat ke belakang,” katanya.
Ketua PN juga meminta Dewan Pers mempersiapkan media nasional terkait aksesi penuh Timor-Leste ke ASEAN.
“Karena sebentar lagi kita akan bergabung penuh dengan ASEAN. Sejauh mana kesiapan pers atau Dewan Pers kita dalam mempersiapkan media nasional kita? Pelatihan penting dalam konteks ASEAN, saya sudah bicara dengan Wakil Menteri urusan ASEAN (Milena Rangel),” paparnya.
Ia berharap para wartawan juga harus mau belajar bahasa dan mengikuti pelatihan.
Beliau juga juga berpesan kepada Dewan Pers, khususnya kepada media tentang etika dalam menulis berita karena beliau tahu bahwa masyarakat saat ini semua orang memegang telepon dan semua orang bisa membaca. “Ada pendidikan kewarganegaraan yang harus kita berikan kepada masyarakat kita dengan apa yang di tulis di media. Agar masyarakat kita dapat menyampaikan apa yang benar dengan etika dan berimbang, bukan hanya kritik,” sarannya.
Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pers, Cesar Mali, mengatakan Dewan Pers bukanlah hal baru dan ini merupakan mandat ketiga.

Menurutnya, semua orang telah melihat apa yang telah dilakukan Dewan Pers, terutama bagaimana melindungi kemerdekaan pers dan menjamin hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang akurat dan kredibel.
“Mandat kami dimulai tahun ini dengan lima orang yang akan duduk di Dewan Pers. Tugas penting yang akan kami laksanakan bukanlah hal baru. Ini hanya kelanjutan dari apa yang telah dilakukan Dewan Pers sebelumnya dan perlu kami kembangkan lebih lanjut,” katanya.
Ia menegaskan, pada masa mandatnya ini, hal baru yang perlu dibenahi adalah revisi UU (undang-undang), khususnya UU Komunikasi Sosial yang saat ini tengah dikerjakan Sekretariat Negara Bidang Komunikasi Sosial (SEKOMS).
” Kita memasuki era digital dan Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan), oleh karena itu semua pihak sepakat untuk melakukan revisi UU agar dapat menyesuaikan dengan sistem baru yang kita miliki,” katanya.
Menurutnya, di banyak negara semua orang prihatin dengan AI yang terkadang menghasilkan konten yang sarat dengan informasi yang keliru. “Oleh karena itu, kita juga harus berhati-hati dengan hal ini dan untuk berhati-hati itu kita butuh undang-undang,” ungkapnya.
Ke depannya, dikatakan, Dewan Pers akan bekerja sama dengan asosiasi media, Pemerintah, dan Parlamene untuk mengatasi masalah ini.
“Karena Anda sebagai jurnalis akan menggunakan platform ini untuk memberikan informasi kepada publik. Tantangan terbesarnya adalah dengan AI, kami para jurnalis dan masyarakat awam bisa saja menyebarkan informasi palsu,” ujarnya.
Selain mandatnya, ia berjanji akan memperhatikan reformasi hukum dan mengadvokasi untuk bekerja sama dengan Parlemen dan Pemerintah guna lebih menjamin kebebasan pers.
Dewan Pers terus memperjuangkan hak-hak media dan jurnalis dalam memperjuangkan kebebasan pers dan pentingnya memperkuat independensi dan keberlanjutan media. Oleh karena itu, akan dilakukan kerja sama dengan mitra kerja tentang bagaimana memberikan pelatihan kepada para pengelola media, khususnya pengelolaan keuangan, agar diperoleh model pembiayaan yang berkelanjutan, sehingga tidak hanya menunggu pemasukan dari iklan negara.
Prioritas lainnya adalah terus memberikan pelatihan kepada para jurnalis untuk meningkatkan pengetahuan jurnalistik dalam pekerjaan sehari-hari.
Ia juga akan mengembangkan mekanisme untuk melindungi dan mendukung jurnalis secara efektif saat mereka ditahan atau diserang di lapangan.
“Selain itu, literasi media akan diutamakan agar masyarakat mengetahui kerja jurnalis dan jurnalis juga harus tahu cara menulis berita yang baik dan kredibel,” pungkasnya.
Anggota Dewan Pers untuk masa mandat 2025 – 2029 adalah Cesar Moniz Mali dan Joaquim de Fátima Coutinho terpilih dari perwakilan jurnalis, Suzana Cardoso mewakili Pemilik media, sedangkan Benevides Correia Barros dan Isabel Fernandes terpilih kembali untuk masa mandat kedua dari Parlemen Nasional.
TATOLI




