iklan

KESEHATAN, HEADLINE

Juli ini, Kemenkes akan terapkan Metode Wolbachia di Dili

Juli ini, Kemenkes akan terapkan Metode Wolbachia di Dili

Foto google

DILI, 23 Juni 2025 (TATOLI)—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Institut Kesehatan Masyarakat Nasional Timor-Leste (INSP-TL) akan menerapkan metode Walbachia di Kotamadya Dili pada bulan Juli ini untuk mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Direktur Jenderal INSP-TL, Nevio Sarmento mengatakan, Walbachia merupakan program metode yang dilakukan antara Kemenkes bersama  World Mosquito Program dan Menzies, untuk menyebarkan nyamuk ber-Walbachia di lingkungan masyarakat agar dapat menghilangkan nyamuk yang sudah terinfeksi dengue dan penyakit lainnya di Timor-Leste.

“Program tersebut untuk mencegah Demam Berdarah Dengue, yang mana saat ini masih dalam tahap persiapan dan sesuai rencana akan mulai menyebarkannya pada bulan depan (Juli), karena masih dalam tahap persiapan. Dan, dalam waktu dekat ini kami akan bertolak ke Australia untuk melihat persiapan nyamuknya, dan dibawa ke Timor-Leste untuk menyebarkan ke tempat-tempat yang telah terindentifikasi, sehingga dengan cara ini dapat menghilangkan Demam Berdarah Dengue di negara kita,” kata Nevio Sarmento pada wartawan di kantor di INSP-TL Comoro Dili, senin ini.

Berita terkait : Penyebaran nyamuk ber-Wolbachia akan bermanfaat bagi 240 ribu penduduk di Dili

Dikatakan, nyamuk yang ber-Walbachia tidak dapat menghilangkan nyamuk yang terinfeksi dengue dalam jangka pendek, tetapi hasilnya akan terlihat sampai tiga tahun, sehingga kita perlu untuk mengedukasi masyarakat tentang cara tersebut.

“Tim kami akan tetap turun ke lapangan untuk memberikan saran kepada masyarakat tentang langkah-langkah pencegahan lainnya seperti membersihkan rumah, tidak membuang sampah sembarangan, menggunakan kelambu dan harus menggunakan obat nyamuk,“ujarnya.

Dijelaskan, ada beberapa negara yang telah menerapkan program tersebut dan berhasil mengurangi kasus DBD di negaranya sehingga Ia berharap di Timor-Leste, setelah menyerapkan nyamuk ber-walbachia tersebut di tiga tahun mendatang dapat mengurangi dan menghilangkan kasus DBD.

Kementerian Kesehatan bersama dengan Pusat Kesehatan Kota Dili telah mengidentifikasi 10 lokasi terpilih untuk melaksanakan program walbachia di Kota Dili.

Sebelumnya, Direktur Pelayanan Kesehatan Kota Dili, Mateus Pinto, menginformasikan bahwa Kota Dili akan melaksanakan program wolbachia pada bulan Juni atau Juli mendatang untuk mengurangi kasus demam berdarah yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti di Timor-Leste.

“Kami berbicara mengenai program Wolbachia, ini sangat penting, jika berhasil, dalam dua atau tiga tahun ke depan kita akan melihat penurunan kasus DBD, karena anak-anak di bawah usia 15 tahun paling banyak menderita Demam Berdarah Dengue,” paparnya.

Perlu diketahui, Metode Wolbachia merupakan strategi inovatif untuk mengendalikan penyakit yang ditularkan nyamuk seperti demam berdarah, Zika, dan chikungunya. Metode ini melibatkan pelepasan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi bakteri Wolbachia, yang mencegah virus ini berkembang dan menular.

Metode Wolbachia telah diterapkan di beberapa kota di Brasil dan di seluruh dunia, dengan hasil positif dalam mengurangi kejadian demam berdarah dan arbovirus lainnya.

Metode Wolbachia merupakan pendekatan yang menjanjikan untuk mengendalikan penyakit yang ditularkan nyamuk, dengan memanfaatkan alam itu sendiri untuk melindungi masyarakat.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!