iklan

EKONOMI, HEADLINE

Sukses tiga tahun di Jepang, Kochi Agrifarm akan rekrut lagi kaum muda Timor-Leste

Sukses tiga tahun di Jepang, Kochi Agrifarm akan rekrut lagi kaum muda Timor-Leste

Duta Besar Timor-Leste untuk Jepang, Ilidio Ximenes da Costa, didampingi oleh Atase Ketenagakerjaan João Mendonça, melakukan pertemuan dengan perwakilan KOCHI AGRIFARM, Nishimori dan Oda, di Kedutaan Besar Timor-Leste di Tokyo. Foto Spesial

DILI, 03 Juni 2025 (TATOLI)– Duta Besar Timor-Leste untuk Jepang, Ilidio Ximenes da Costa, menyampaikan bahwa keberhasilan pemuda Timor-Leste dalam Program Technical Intern Training (TIT) di Jepang selama tiga tahun membuahkan hasil positif, salah satunya adalah minat lanjutan dari perusahaan Jepang untuk kembali merekrut tenaga kaum muda dari tanah air.

“Selama tiga tahun terakhir, KOCHI AGRIFARM menjadi lembaga pertama yang menerima 21 pemuda Timor-Leste. Mereka tidak hanya bekerja, tetapi juga belajar dan membangun reputasi yang baik di sana,” jelas Dubes Ilidio dalam wawancara daring dengan Tatoli, selasa ini.

Didampingi oleh Atase Ketenagakerjaan João Mendonça, Dubes Ilidio menjelaskan bahwa perwakilan KOCHI AGRIFARM, Nishimori dan Oda, telah datang langsung ke Kedutaan Besar Timor-Leste di Tokyo untuk memaparkan perkembangan program tersebut dan menyatakan niat mereka untuk melanjutkan kerja sama.

“Ibu Nishimori dan Pak Oda menyampaikan bahwa mereka akan kembali ke Timor-Leste pada Juli 2025 untuk merekrut peserta baru. Ini merupakan tanda nyata kepercayaan mereka terhadap anak-anak muda kita,” ujar Dubes Ilidio.

Berita terkait : Dubes Ilídio : Kochi Agrifarm Jepang hargai kehadiran 19 peserta TIT Timor – Leste

KOCHI AGRIFARM tidak hanya menjadi pelopor dalam program ini, tapi juga telah menjadi mitra strategis dalam membangun kapasitas tenaga kerja terampil dari Timor-Leste. Mereka juga menyebut bahwa sebuah perusahaan di sektor industri kayu akan menyusul melakukan rekrutmen pada bulan September mendatang.

Duta Besar Ilidio juga menegaskan pentingnya dukungan dari Pemerintah Timor-Leste melalui SEFOPE (Sekretariat Negara urusan Pelatihan Profesional dan Ketenagakerjaan) dalam mengembangkan kebijakan berkelanjutan untuk para mantan peserta TIT.

“Kami menyarankan agar pemerintah mulai memikirkan penyediaan peralatan bagi mereka ketika kembali ke Timor. Selain itu, Pusat Pelatihan Kejuruan (CFP) perlu dilengkapi dengan mesin-mesin pelatihan, dan kami mendorong agar bahasa Jepang dimasukkan dalam kurikulum sebagai bagian dari persiapan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan terkait hasil pertemuan daring dengan pimpinan Perusahaan HAYASHI pada 28 Mei lalu. Perusahaan tersebut siap menerima pemuda Timor-Leste untuk magang di bidang konstruksi di Pulau Amami Ooshima, Prefektur Kagoshima.

“Direktur Murakami menyambut baik rencana ini. Beliau bahkan telah mengunjungi Timor-Leste pada 2024 lalu dan sangat yakin dengan potensi tenaga muda kita,” katanya.

Untuk memperlancar kerja sama, Perusahaan HAYASHI kini sedang menjalin komunikasi dengan lembaga di Timor-Leste agar dapat membuat kesepakatan resmi dengan SEFOPE dan Kedutaan.

Pertemuan ini turut difasilitasi oleh Chikako Suzuki, pelatih dan penerjemah bahasa Jepang di SEFOPE, yang selama ini turut aktif mendukung program ini.

Reporter  : Cidalia Fátima

Editor       : Armandina Moni

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!